Persetruan dua kubu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) antara Kubu Muktamar Luar Biasa (MLB) Ancol Muhaimin Iskandar dan Kubu MLB Parung yang dikendalikan Yeni Wahid diharapkan dapat diakhiri. Konflik di tubuh Partai yang digagas oleh KH Abdurahman Wahid, KH Muchid Muzadi, KH Mustofa Bisri, KH Ilyas Rukhyat dan KH Munasir Ali sebelum pelaksanaan Muktamar NU ke-32 NU pada 22-27 Maret 2010 di Makassar dapat diselesaikan.Sebelum Muktamar NU mudah-mudahan sudah ada titik temu. "Kita optimistis perselisihan ini akan berahir. Untuk itu kita sedang mencarikan formulasinya untuk islah (rekonsiliasi)". Demikian disampaikan sekretaris Dewan Syura Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) kubu Kalibata usai acara "Tahlil Akbar dan Doa Bersama" untuk almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Minggu (14/2) Di kantor DPP PKB Jalan Kalibata Jakarta Selatan.
Muhyidin menampik kegiatan ini untuk lobi-lobi politik, “kami hanya mendoakan Gus Dur, tidak lebih," Ujarnya. Selain itu menurut mantan anggoto DPR RI tersebut, acara ini untuk menjaga terus nama besar Gus Dur sebagai Presiden ke empat dan deklarator PKB yang sangat berjasa dalam demokrasi di Indonesia dan sebagai guru bangsa. Maka sudah selayaknyalah kita perlu menghormati bahkan kita juga mendukung apabila Gus Dur ditetapkan sebagai pahlawan nasional. (Eros)

