"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 11 April 2018

Langkah Pemkab Bondowoso Melepaskan Diri Dari Daerah Tertinggal


Bondowoso, MAJALAH-GEMPUR.Com. Langkah Pemkab Bondowoso merubah status daerah tertinggal terus dilakukan  kali ini dengan menggelar gerakan pendidikan kesetaraan berbasis desa (Getar Desa).

Dalam Program ini Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM)  tidak hanya memberi meteri pengetahuan umum, namun juga dibekali berbagai macam keterampilan dan Tutor khusus yang  ahli dibidangnya. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Hj Endang Hardianti Rabo (11/4/2018).

Beda dengan siswa yang masih giat belajar, orang dewasa terkadang tidak betah menerima pembelajaran. Agar warga betah, maka kita berikan materi keterampilan sesuai dengan kebutuhanya. “Program itu sudah di ikuti sebanyak 19.940 orang untuk belajar, dari 209 desa, serta 3 Kelurahan,” katanya.

Materi itu, yaitu cara pembuat olahan dari Tape, seperti Suwar-suwer, keripik Tape, Prol Tape dan sejenisnya, cara membuat kuwe berbahan kelapa, seperti kripik pisang, Talas, budidaya Jamur Tiram, membatik, dan anyaman berbahan baku Bambu, seperti besek, tempat ikan pindang  dan lain-lain," Jelasnya.

Untuk memudahkan proses produksi dan pemasaran hasil produksi,  Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui dinas pendidikan, menurutnya akan menfokuskan meteri vokasi keterampilan yang akan dibagi menjadi 6 macam keahlian.

“Seperti pengolahan Kopi, pembuatan kripik dengan bermacam-macam jenis bahan baku, pembuatan Batik kain, pengolahan jamu bubuk instan, dan rempah. Tidak hanya itu, tutor juga akan mengajarkan cara pengolahan Jamur Tiram, pengolahan Anyaman Bambu”, jelasnya.

Materi untuk setiap desa lanjutnya  masing-masing tidak sama materi keterampilanya , karena harus menyesuaikan potensi lokal dan keinginan warga belajar di desa. “Ada yang membuat Jamur Tiram, Batik, Pengolahan Kopi, dan Tape, dan Anyaman Bambu,”tandesnya

Harapnya,  kedapan mereka dapat menjalankan usahanya sesuai kemampuan yang dimiliki. “Dinas pendidikan akan berupaya agar mendapatkan permodalan dari dinas-dinas terkait untuk, baik peralatan  dan bahan baku, agar kegiatan mereka benar-benar berefek kepada peningkatan ekonomi keluarganya”,  Lanjutnya.

Program gerakan Getar Desa, merupakan salah satu program pemerintah Bondowoso yang bergerak dibidan pendidikan dengan menggunakan Dana Desa (DD). Program ini dimulai sejak bulan Juli tahun 2017 sebagai upaya untuk melepaskan Bondowoso diri dari status daerah tertinggal. (Alung).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: