"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Friday, 4 May 2018

Kemensos Salurkan Bantuan Korban Sumur Minyak Aceh

Aceh Timur, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kemensos RI Jumat (4/4/ 2018) salurkan bantuan kepada korban kebakaran sumur minyak di Desa Gampong Pasi Puteh, Kecamatan Rantau Peureulak, Aceh Timur.

Hadir dalam penyerahan Bantuan yang disampaikan  Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat di Masjid Al Albrar Kecamatan setempat ini adalah para ahli waris korban meninggal serta keluarga korban luka, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh.

Berdasarkan Permensos 4 tahun 2015, Bantuan stimulan berupa santunan korban meninggal, luka berat, jaminan hidup, isi hunian tetap, dan bahan bangunan rumah, serta layanan dukungan psikososial. “Hal ini merupakan komitmen Negara Hadir dalam setiap kondisi bencana," tuturnya.

Bantuan meliputi bantuan langsung bagi korban terdampak sebesar Rp247.050.000, santunan ahli waris untuk 22 orang total sebesar Rp330.000.000 dan santunan pengobatan korban luka sebanyak 36 orang total sebesar Rp180.000.000. Jumlah keseluruhan bantuan yang diberikan adalah Rp757.050.000.

"Mewakili pemerintah, saya ucapkan turut berduka cita. semoga keluarga korban meninggal dunia di berikan kekuatan dan keikhlasan, kepada  korban luka luka semoga lekas diberikan kesembuhan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban penderitaan baik kepada korban maupun keluarganya," harapnya.

Seperti diketahui di sebuah sumur minyak tradisional di Desa Gampong Pasir Putih, meledak pada Rabu (25/5) sekira pukul 01.30 WIB. Ledakan ini menyebabkan semburan api yang cukup tinggi hingga 75 meter ke atas langit dan panasnya mencapai radius 200 meter. 

Pengeboran tersebut diperkirakan 250 meter ke dalam bumi kemudian mengalami kelebihan produksi hasil minyak mentah. Akibatnya, banyak warga berbondong-bondong melakukan pengumpulan minyak ke dalam drum atau jerigen untuk tempat penampungan minyak.

Saat salah seorang warga melakukan pengelasan pipa yang akan dimasukan ke dalam sumur tiba-tiba muncul percikan api. Kemudian api tersebut seketika langsung menyambar di seputaran lokasi pengeboran dan penampungan minyak.

Bencana itu mengakibatkan 22 orang meninggal dunia, 37 orang luka-luka, 140 KK/525 orang mengungsi di sanak saudara yang tersebar di beberapa desa, dan 6 rumah hangus terbakar. Sebagian besar korban luka dan meninggal adalah warga yang ingin menyaksikan ledakan. (hms Kemensos).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: