"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Wednesday, 22 August 2018

Tangis Korban Gempa Lombok NTB Pecah Usai Mensos Khutbah Idul Adha

Lombok Utara, NTB, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tangis ratusan pengungsi korban gempa Lombok Utara NTB  pecah usai khutbah Idul Adha Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia Idrus Marham.

Tangis pengungsi  terjadi usai menyelesaikan khotbah dan memimpin doa bersama. “Sabar ya, Mak. Kita harus sabar,” ujar Nur Rohmah (35) seraya memeluk ibunya yang menangis di atas hamparan terpal alas salat, sambil menggenggam mukenahnya, sang ibu terus menitikkan air mata. Rabu (22/8/2018) pagi
.
Di shaf lain tampak ibu-ibu memeluk anak-anak perempuannya. Suasana haru ini juga terjadi diantara jamaah pria.  “Terharu rasanya, tidak menyangka tahun ini salat Iduladha di pengungsian. Tidak punya rumah, harta benda, tapi saya bersyukur kami sekeluarga selamat,” tutur Nur di Posko Induk Kecamatan Tanjung.
.
Menurut Mensos, Idrus Marham bahwa Hari ini, seluruh umat Islam, menyerukan takbir dan tahmid, memuji keagungan-Nya, dengan sadar dan ikhlas menyatakan kelemahan, berpasrah diri, memohon pengampunan, perlindungan dan pertolongan-Nya,” kata Menteri mengawali khotbahnya,

Iduladha katanya mengingatkan kita akan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS terhadap ujian keimanan dan ketaqwaan.  “Nabi Ibrahim AS telah menikah lama, belum punya anak. Kemudian beliau berdoa dengan penuh kesabaran hingga akhirnya memiliki keturunan di usia menjelang 90 tahun”, lanjutnya.

Kemudian Allah memberikan putra Nabi Ismail AS. Namun ketika ia mulai tumbuh besar, turun perintah Allah yang mungkin sangat berat dan berbeda dengan harapan. Di saat Nabi bersuka cita memiliki anak diminta untuk menyembelih anaknya.

Hal ini, merupakan ujian keimanan, ujian ketaqwaan, ujian kesabaaran dan ujian keikhlasan. “Ibrahim menerima perintah tersebut karena dilandasi prinsip hidup Tauhid yang kuat; kedua, perintah sebuah ibadah, tanpa pamrih; ketiga, tawakkal dan tidak pernah berputus asa,” terangnya.

Meski cobaan berat menimpa, harus tetap bersyukur, karena Allah tetap menganugerahkan iman dan Islam sebagai landasan hidup. “Kita semua harus yakin bahwa iman dan Islam adalah karunia yang tak terhingga nilainya, dan menjadi kekuatan dahsyat menghadapi segala tantangan dan ujian apapun bentuknya”, jelasnya.

Sebagai umat Allah SWT, umat Islam harus yakin bahwa hanya dengan iman yang kuat, agar bisa berdiri di segala medan. Hanya dengan iman maka manusia memiliki semangat, kesabaran, keikhlasan, dan tawakal, sehingga mampu bangkit menghadapi setiap musibah dan ujian.

Gempa bumi di Lombok merupakan ujian dan takdir Allah SWT. “Sebagaimana firman Allah SWT,  Al Qur’an (Al Mulk)  Ayat 2 yakni Allah yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa ladi Maha Pengampun,” paparnya.

Ia menjelaskan Allah menguji hambaNya yang beriman melalui berbagai cara untuk mengetahui kualitas keimanannya. Ada yang diuji dengan kekayaan dan harta benda yang melimpah, ada yang diuji dengan pangkat dan jabatan, ada yang diuji dengan kemiskinan, serta ada yang diuji dengan bencana.

“Sebagai umat yang beriman, maka kita harus mampu menghadapi semua jenis ujian tersebut sesuai dengan apa yang disyari’atkan Allah SWT dan yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As,” kata mantan Ketua Dewan Pembina Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini.
.
Untuk itu dalam menghadapi musibah sebagai ujian keimanan kepada Allah SWT, jangan pernah berhenti meminta pertolongan-Nya, karena apabila Allah telah menolong hamba-Nya tidak akan ada yang dapat mengalahkannya.

Sementara itu Salat di tengah tanah lapang di depan tenda-tenda pengungsian berlangsung khidmat dipimpin imam Ustad M Faiz, dilanjutkan khotbah oleh Menteri Sosial Idrus Marham. Jamaah terdiri dari pengungsi, berbagai unsur relawan, TNI, Polri, perwakilan kementerian dan lembaga. (hms).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: