"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Friday, 21 September 2018

Bupati Faida Jamin Tidak Akan Ada Penambangan Emas di Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dihadapan ribuan warga Silo, Bupati, dr Faida MMR, didampingi Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Arif Munawar menyampaikan komitmennya metolak tambang emas di Jember.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi sejumlah aksi atas beredarnya Surat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Ignasius Jonan yang menyatakan bahwa kecamatan Silo yang menyebut sekitar 4.000 ha lahan di Kecamatan Silo menjadi wilayah tambang emas.

Ditengah-tengah kesibukannya mengikuti rapat paripurna DPRD, penetapan APBD-P 2018, Faida, hadir ditengah ribuan warga yang memadati pendopo Kecamatan Silo untuk menyampaikan kepastian penolakan ijin tambang blok silo yang izinnya telah diterbitkan Mentri ESDM Ignatius Jonan.

Bupati Faida sependapat dengan warga untuk menolak tambang emas. “Saya sudah menemui Menteri ESDM Ignasius Jonan di Jakarta, untuk menyerahkan surat keberatan keluarnya SK Menteri ESDM, yang menyebut sekitar 4.000 ha lahan di Kecamatan Silo menjadi wilayah tambang emas”, Jelasnya Jumat (21/9/2018).

Pertemuan itu pun menghasilkan komitmen bersama antara Bupati Faida dengan Menteri ESDM untuk membatalkan wilayah tambang emas di Silo. Tidak hanya dengan Menteri ESDM, Bupati Faida mengungkap bahwa Presiden RI Joko Widodo juga mendukung pembatalan tambang di Silo.

Bupati juga menyatakan jaminannya apabila selama tidak ada lelang maka tidak akan ada penambangan di wilayah kecamatan Silo Kabupaten Jember. Jika ada, maka itu ilegal.  "Selama tidak ada proses lelang tidak akan bisa operasional tambang di Jember," kata Bupati Faida. 

Langkah berikutnya, menurut Faida, meminta rekomendasi Gubernur Jawa Timur untuk pembatalan penetapan wilayah Silo sebagai wilayah pertambangan. Dengan rekomendasi dari Gubernur tersebut maka Menteri ESDM akan mencabut SK yang menetapkan Silo sebagai wilayah penambangan emas.

Untuk itu Bupati meminta warga Silo  tetap bekerja seperti biasanya dan mempercayakan penolakan tambang emas ini kepada pemerintah.  “Selama saya dan Ky Miqit Arif jadi Bupati dan Wakil Bupati, saya jamin tidak ada pertambangan di Emas di Jember, itu janji kami saat kampanye”, tegasnya

Hal senada disampaikan Dandim 0824, Arif Munawar berharap agar masyarakat di Kecamatan Silo Khusunya dan Di Jember agar tetap menjaga konosifitas. “Saya berpesan agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas dan mempercayakan kepada pemerintah dalam menolak tambang”, harapnya.

Kepala Desa Pace,  M Farhan berharap pemerintah pusat segera mencabut SK penetapan Silo sebagai wilayah tambang emas "Mencabut dengan nyata dan menghapus rekomendasi itu, karena keberadaan tambang bukan mensejahterakan namun sebaliknya akan menyengsarakan masyarakat." pungkas Farhan. (edw).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: