"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 24 September 2018

Sering Diberi Tugas Melalui Smartphon, Beginilah Dampaknya Pada Siswa

Situbondo, MAJALAH -GEMPUR.Com. Sejumlah sekolah yang mewajibkan para siswanya menggunakan smartphone dalam mengerjakan tugas, haruslah berhati-hati karena dapat memicu siswa menjadi plagiat.

Untuk itu, para guru harus mengajarkan etika berkomunikasi menggunakan smartphone saat memberi tugas sekolah. Demikian kata Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Prof. DR. Agus Sartono saat di Situbondo, Senin, (24/9/2018).

Para siswa harus dilarang copy paste, karena plagiat merupakan pelanggaran terbesar di dunia akademik, kalau pun harus copy paste harus menyebutkan sumber aslinya. Ini jadi tantangan tersendiri bagi para guru di sekolah, agar terus mengingatkan siswa untuk bijak menggunakan teknologi informasi.

Saat ini dunia pendidikan tak bisa menghindari  kemajuan teknologi informasi. Namun yang terpenting para siswa harus maju karena teknologi, bukan jadi malas belajar bahkan jadi plagiat karena adanya kemudahan teknologi dan Informasi,”ungkapnya.

Untuk itu Para guru lanjut Agus Sartono, harus terus mengajari etika dan nilai-nilai integritas. Karena setinggi apapun prestasi yang dimiliki siswa di sekolah tersebut, tidak akan ada artinya apa-apa jika tidak miliki krakter dan etika berkonumikasi yang baik.

Penggunaan smartphone juga mengancam kehidupan rumah tangga, tingginya kasus angka perceraian diantaranya karena smartphone. “Semua pihak harus bijak menggunakan teknologi informasi. Ada UU ITE, jadi tidak bisa sembarangan menggunakan handphone karena bisa terjerat hukum. (edo)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: