"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Tuesday, 9 October 2018

Peningkatan SDM Aparatur Merupakan Investasi Mahal

Jakarta, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemerintah terus mereformasi birokrasi, salah-satunya peningkatkan kualitas SDM aparatur dengan melakukan seleksi Calon pegawai negeri Sipil (CPNS) secara ketat. 

Untuk itu jangan sampai kita merekrut orang yang salah. Demikian kata Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji di acara Leader's Talk di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (09/10/2018).

Namun kalau gagal, maka proses manajemen ASN selanjutnya juga akan gagal, “Reformasi manajemen SDM merupakan salah satu pilar dalam mewujudkan SDM yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan itu,  seleksi CPNS sepenuhnya menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Meski Investasi pengadaan CPNS ini tergolong paling mahal, namun sistem ini menjamin pelaksanaan seleksi CPNS berlangsung kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dan bebas dari KKN, serta tidak dipungut biaya,” tegas Atmaji.

Tahun 2018 ini  terdapat lebih dari 600 instansi pemerintah yang melakukan pengadaan CPNS. Hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia membuka lowongan CPNS. Pelaksanaan seleksi juga dilakukan di berbagai daerah, dengan menggunakan CAT Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan  CAT Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk mendaftar dan melakukan tes sehingga menghemat biaya transportasi dan akomodasi. Pendaftaran dapat dilakukan secara online sehingga bisa dilakukan di mana dan kapan saja. Bahkan terdapat 873 lokasi tes untuk CPNS tersebar di Indonesia. "Artinya negara hadir melayani seluruh masyarakat," ujarnya.

Ia berharap, dengan sistem yang transparan pemerintah akan mendapatkan calon-calon Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik untuk membangun negeri.  Hal itu sejalan dengan arah kebijakan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Dijelaskan, di penghujung RPJMN ketiga Tahun 2015-2019, kebijakan pembangunan dalam bidang SDM aparatur dilakukan berbasis Sistem Merit. Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan kualifikasi, kompetensi dan kinerja. “RPJMN Ketiga ini merupakan jembatan menuju RPJMN  keempat tahun 2020-2024, yang akan mewujudkan birokrasi pemerintahan berkelas dunia,” ujar Atmaji seraya menambahkan bahwa dengan birokrasi yang baik maka pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang berkualitas, mengeksekusi kebijakan tersebut secara efektif dan efisien. 

Acara Leader’s Talk seri ketiga ini dibuka oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Dalam sambutannya, mantan Panglima TNI ini berharap reformasi birokrasi dapat mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Dengan adanya 4,3 juta ASN akan menjadi mesin pemerintah dalam menentukan  jalannya birokrasi di Indonesia.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden sangat serius dalam percepatan reformasi birokrasi khususnya SDM aparatur.  Moeldoko mengatakan dengan sistem CAT akan meningkatkan kredibilitas. Selain itu juga dapat memberikan kepastian pada para pelamar CPNS, karena yang dihasilkan murni, tidak ada campur tangan pihak lain.

Acara ini menghadirkan tiga nara sumber, yakni Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja, Deputi Sistem Informasi Kepegawaian BKN Iwan Hermanto, dan seorang CPNS dari Kementerian PUPR yang masuk dari formasi Disabilitas pada tahun 2017, Andi Yoesoef.

Dalam acara tersebut Kementerian PANRB bekerjasama dengan BKN juga menggelar simulasi CAT. Sekitar 30 orang dari sebagian peserta Leader’s Talk memanfaatkan simulasi tersebut untuk memahami dan mencoba model soal-soal tes CPNS. Simulasi tersebut ditinjau oleh Kepala KSP Moeldoko yang didampingi Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji.  (hmas PANRB).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: