"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 26 December 2018

Mensos Nyanyi Laskar Pelangi Hibur Anak-anak Terdampak Tsunami

Pandeglang, MAJALAH-GEMPUR.Com.Mensos RI Rabu (26/12/2018hibur puluhan anak-anak di Posko Pengungsian Cikadu Desa Tanjunjaya Panimbang, Pandeglang, Banten, dengan bernyanyi.

Mensos RI M Agus Gumiwang Kartasasmita  ereka menyanyikan lagu "Laskar Pelangi" yang dipopulerkan oleh grup band Nidji. Bermodalkan sound system sederhana di tenda Layanan Dukungan Psikososial (LDP), tak mengurangi keceriaan anak-anak siang itu.

Anak-anak tampak bergembira seraya bertepuk tangan didampingi orangtua mereka. Menteri Agus seolah ingin mengajak melupakan sejenak rasa takut dan was-was yang menghantui sejak gelombang tsunami menghantam selat Sunda pada Sabtu malam (22/12) lalu.

Bupati Pandeglang Irna Narulita, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Sekretaris Jenderal Hartono Laras, dan Inspektur Jenderal Dadang Iskandar yang turut mendampingi Mensos dalam kunjunga kerja ini tampak larut dalam suasana.

"Menyanyi, berdialog, dan memberi kesempatan anak-anak dan warga terdampak bencana untuk menyampaikan keinginan atau harapannya dapat menjadi bagian dari upaya penyembuhan mereka dari trauma akibat bencana," tutur Mensos yang tampil casual berkemeja putih dipadu celana jins biru.

Selain menghibur anak-anak, Mensos juga menyerahkan bantuan berupa Family kit, Kidsware, Foodware, Lauk pauk, Tenda gulung, Sandang, Selimut, Matras, Tenda pengungsi, Beras, Air mineral, Makanan Cepat Saji, Biskuit, Roti, Susu untuk anak, Popok bayi, Pembalut wanita, Kompor, Tabung gas, alat masak, dll.  Nilai bantuan Rp243.921.050.

Menteri juga serahkan Santunan Ahli Waris untuk lima korban meninggal. Masing-masing mendapatkan Rp15 juta. Total bantuan untuk Posko Cikadu adalah Rp318.921.050.  Seorang ibu bernama Salamah kepada Menteri menyampaikan ia merasa ketakutan karena setiap hari ada isu akan akan tsunami susulan.

"Kami ketakutan, Pak. Sampai jam 12 malam kami di hutan sambil membawa anak usia 20 hari. Kami lari karena ada isu gelombang mau naik lagi. Saya capek setiap hari seperti ini. Kami ingin cepat berlalu dari masalah ini dan kami hanya ingin tenang," tuturnya sambil terisak.

Menanggapi hal ini Menteri menyampaikan salah satu solusinya adalah perkuat komunikasi di lingkungan sekitar. Jika ada yang mencurigakan atau mengkhawatirkan bisa bertanya atau berkoordinasi dengan RT, RW, Kepala Desa, Lurah, maupun Camat.

"Sebisanya jangan melakukan kegiatan di dekat laut dalam beberapa hari kedepan. Warga harus tetap waspada, dan kepada pemda agar selalu memberikan upaya perlindungan kepada masyarakat. Kami juga berupaya maksimal memastikan upaya perlindungan sosial," terang Agus. (hms Mensos).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: