"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 24 December 2018

Presiden dan Mensos Kunjungi Korban Bencana Tsunami Selat Sunda

Pandeglang, MAJALAH-GEMPUR.Com. Presiden Jokowi Minggu (24/12/2018) Kunjungi Dapur Umum, di gudang logistik dan posko pengungsian di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kunjungannya yang didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, Gubernur Banten, Bupati Pandeglang, Sestama BNPB  guna memastikan kebutuhan dasar dan layanan sosial masyarakat terdampak bencana terpenuhi.

Presiden sempat berdialog dengan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang sedang memasak menu makan siang, berupa nasi putih, ayam kecap, oreg tempe, dan tumis buncis. "TAGANA memasak tiga kali sehari, satu kali dapat memproduksi 2.500--3.000 bungkus nasi," kata Menteri menjelaskan kepada Presiden.

Presiden juga mengunjungi posko pengungsian yang bersebelahan dengan dapur umum. Kehadiran Presiden mendapat sambutan hangat warga. Mereka berebut bersalaman dan menyapa. Beberapa ibu menceritakan bagaimana tsunami merobohkan rumah dan tempat usaha mereka yang ada di pinggir pantai.

"Alhamdulillah bisa ketemu Pak Presiden. Padahal tadi tidak sengaja, saat minta obat di posko kesehatan ketika Pak Jokowi lewat, langsung saya menyodorkan tangan," ujar Rabiah (48), warga terdampak tsunami saat berjualan di warungnya Sabtu (22/12/2018) malam di Desa Talangsari, Labuan  yang sudah 2 hari mengungsi.

"Semua dagangan habis tersapu gelombang. Padahal saya baru belanja bulanan untuk warung, apalagi ini menjelang tahun baru jadi saya sengaja belanja lebih banyak. Sekarang semuanya habis, uang hasil penjualan juga hilang," kata ibu empat anak ini.

Jumlah pengungsi di Lapangan Futsal, Labuan 308 jiwa dan 110 anak-anak. Saat Presiden tiba di pengungsian, sebagian warga tengah berobat di posko pelayanan kesehatan. Sebagian orang dewasa berkumpul bersama anak-anak yang sedang mengikuti Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dari tim LDP Kementerian Sosial.

"Dukungan psikososial untuk anak-anak sangat penting di masa tanggap darurat. Kegiatan seperti menggambar, menyanyi, menari, bergembira bersama teman-temannya dan tim LDP diharapkan dapat menghibur mereka dan menghilangkan trauma bencana yang baru saja menimpa mereka," katanya.

Kementerian Sosial dalam masa tanggap darurat bencana menyalurkan bantuan tahap pertama untuk Provinsi Banten berupa Makanan Siap Saji 400 paket, Lauk pauk 500 paket, Makanan anak 100 paket, Cadangan Beras Pemerintah 100 ton, family Kit 100 paket, Kids Ware 50 paket, Food Ware 50 paket, Peralatan Dapur Keluarga 50 paket, Tenda Serbaguna 1 unit, Tenda gulung 110 lembar, Velbed 50 unit, Kasur 50 lembar, Selimut 100 lembar, Sandang 50 paket,  Warepack dan peralatan 96 paket, Perlengkapan Tagana Individu 95 paket.

Dapur umum di Banten yang dikelola TAGANA tersebar di enam titik yakni di Lapangan Futsal belakang Kantor Kecamatan Labuan, Kecamatan Cinangka di depan kantor koramil, Angsana di depan kantor Kecamatan Angsana, Pantai Carita di sekitar Hotel Wiracarita di Kecamatan Sumur, dan di Tanjung Lesung. Total bantuan tahap pertama untuk Provinsi Banten Rp 520.361.150

Untuk Provinsi Lampung berupa Makanan Siap Saji 1.200 paket, Lauk Pauk 700 paket, Makanan anak 300 paket, Mie instan 12 ribu bungkus, Cadangan Beras Pemerintah 100 ton, Family Kit 100 paket, Kids Ware 100 paket, Food Ware 100 paket, Peralatan Dapur Keluarga 100 paket, Tenda Serbaguna 1 unit, Tenda gulung 100 lembar, Velbed 50 unit, Kasur 50 lembar, Selimut 100 lembar, Sandang 50 paket, Warepack dan peralatan 33 paket, Perlengkapan Tagana Individu 22 paket. 

Dapur Umum yang dikelola TAGANA di Provinsi Lampung berada di depan Kantor Kominfo dan depan Kantor Gubernur. Total bantuan tahap pertama untuk Provinsi Lampung Rp516.567.200. 

Titik utama LDP Banten berada di Kantor Kecamatan Labuan sedangkan LDP Lampung di posko pengungsian depan Kantor Kominfo dan depan Kantor Gubernur. Selanjutnya tim LDP akan bergerak ke titik-titik lokasi pengungsian yang tersebar di kedua wilayah tersebut. (hms Kemensos).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: