"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Saturday, 8 December 2018

Sidomekar Festival Upaya Melestarikan Warisan Budaya di Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (8/12/2018) bak sebuah kerajaan Majapait yang kembali bangkit di era Jaman Now.

Bukan hanya di tempat Festival Sidomekar Situs Beteng Boto Mulyo berornamen kerajaan, tampilnya Ratu Melok yang diperankan Bupati Jember, dr Faida, MMR yang datang mengendarai kereta kencana dan dikawal puluhan prajurit lengkap dengan senjatanya menambah suasana kita benar-benar hidup di jaman kejayaan Majapait.. 

Bukti kebesaran kejayaan kerajaan yang pernah mengusai Nusantara di acara ini juga  dikuatkan dengan keberadaan pasar tradisional yang menyediakan sejumlah makanan tradisional, bahkan uang yang dipakai untuk jual belipun harus memakai uang yang didesain dari kayu sesuai uang logam kerajaan kala itu.

Menurut Kades Sidomekar Ir Sugeng Hadi Priyadi bahwa yang jadi prajurit adalah pengurus Kelompok Sadar Lingkungan Jejere Rukun Kampung  Sidomekar Makmau (Pokdarwis Jeruk Siem) dan Pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mekarsari Sidomekar, bahkan 7 orang wisatawan asing juga menjadi prajurit.

“Cerita tutur, histori teling tempat niki betenge (Disini Betengnya), teng wetan mereko kutone, Kuto Dawung (Disebelah timur sana adalah kotanya, kota Dawung), disebelah sana ada pengungan, mengenai kata penggungan sejarah besuk Minggu (9/12/2018) pagi akan kita seminarkan secara tuntas.

Menurutnya para pakar sejarah dan  para ahli budaya besuk akan mengupas sejarahnya. “Apa yang dibahas nanti yaitu bab-bab Tawangalun atau bab-bab  Sembar, ya nanti kita saksikan dan ikuti dalam diskusi bersama, untuk itu saya berharap teman-teman bisa hadiri besuk jam 8 di Balaidesa Sidomekar”, harapnya.

Rangkaian festival ini, juga diisi penampilan seni budaya yaitu, Tari Petik Jeruk, Kuda Lumping, Pencak Silat PSHT dan Cimande, Gandrung, Seni Lukis, Musik Gamelan Ky Beteng, Tari Kidung Asmoro, Tari Mas Ayu Melok,  Musih Patrol Sidomekar, Tari lah Bakau, Musik Campursari, Musik Jazz Tradisional, Musik dtnik Janter.

Digelarnya kegiatan ini katanya untuk pelestarian sejarah, budaya bangsa, disamping untuk menjadikan desa Sidomekar ini menjadi wisata Desa, sejarah, budaya dan edukatif, nanti juga akan dibuka pasar tradisional, petik jeruk langsung dan juga paket wisata naik lori (sepur kuno) dari PG Semboro.

“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana dengan swadaya, jadi APBDes Sidomekar itu tidak menganggarkan pembangunan ini, ini semua jerih payah kami dengan cara gotong-royong bersama warga, kecuali yang dibiayai Bumdes nanti itu adalah alat-alat kentongan ini nanti juga kita butuh alat musik”, jelasnya.

Selama tiga bulan warga kerja keras bergotong royong, siang malan untuk membangun bersama dan semoga nanti ini semuanya kita  niati sebagai peninggalan kepada  kepada anak cuku kita kedepan, dan semoga desa kita nanti menjadi  desa yang bisa menjadi Baldatun tayibatun wrobul gofur.

Bupati Jember, dr Faida, MMR sangat Mengapresiasi semangat warga Desa Sidomekar yang mau bergotong-royong mensukseskan festival ini.  “Festival ini kombinasi antara wisata desa, wisata edukasi, wisata sejarah dan wisata ilmu pengetahuan, apalagi juga ada semenar-seminar dan kegitan seni budaya”, katanya.

“Segala sesuatu yang ditangani oleh para ahlinya sehingga saya harapkan dari kegiatan ini ada rekomendasi yang bisa diberikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sebagai suatu pertimbangan untuk dukungan ke depan, yang lebih sesuai dari para ahlinya”, harapnya.

Kegiatan ini. Saya yakin akan  sukses, karena memang didukung masyarakatnya dan ada tinggalan sejarah yang perlu dijaga dan diketahui oleh generasi kita, maka situs ini cocok diputuskan sebagai salah-satu destinasi wisata edukasi kabupaten Jember, kalau sinergi semua fihak saya yakin akan berkembang sangat pesat,

“Pemkab akan mengambil sikap 10 edukasi wisata terbaik, 10 wisata riligi terbaik, 10 even seni budaya terbaik, akan dibiayai oleh Pemkab Jember, apabila sudah menjadi 10 yang terbaik Provinsi, akan  dibiayai  Provinsi, dan 10 yang terbaik nasional akan dibiayai oleh APBN”. Pungkasnya.


Dukungan juga datang dari  lembaga Hiduplah Indonesia Raya, Sugeng Priyadi, menurutnya ekonomi kerakyatan itu bisa dibantun dari Desa, kalau rakyatnya mau membangun secara mandiri, gotong-royong, swadata alias dengan (APBDe) Anggaran Pendapatan dan Belanja Dewe-dewa.

Dengan itu maka desa itu akan menjadi milik masyarakt, yang bukan hanya berpangku tangan pada pemdanya, bupati akan pusing kalau semua desa nunggu Anggaran Bupati, maka yang terbaik adalah warga desanya harus hidup dan menghidupkan.

Darimana dari Kebudayaannya dan dari alam semestanya, bagaimana ekonominya hidup, ekonominya hidup ketika kebudayaannya dibelihara, kembali kepada keluhuran budaya dan bagaimana alam semesta ini kita pelihara setelah itu kita kaitkan dengan pariwisata nasional atau pariwisata domistik nusantara dan pariwisata Internasional,

Selama tiga tahun, lima tahun pada tahun 2012 yang lalu kami diminta oleh bapak anas Banyuwangi untuk membuat grend desen toresm, hari ini banyuwangi sudah go Internasional, Jember apa tidak, Jember juga akan menyusul jug go Internasional

Kami dari Perkumpulan Hiduplah Indonesia Raya, akan masuk ke 9 sampai 12 desa dengan biaya mandiri, swadaya dan gotong-royong dan lain sebagainya, sehingga harapannya nanti, titahun 2019 Akan menghidupkan 20 Desa yang bergerak dengan swadaya, mandiri gotong-royong,

Ketika kami mempunyai jaringan Nasional, internasional nanti akan kita kaitkan desa itu jadi desa yang nanti akan dikunjungi oleh para tamu-tamu nasional dan tamu-tamu internasional, apa yang dilihat, yang dilihat adalah apa yang menjadi kebudayaannya, sejarahnya, kulinernya  dan semuanya.

Untuk Ia mengajak kita kembali pada alam desanya, desa dibangun bukan menjadi desa yang berubah, desa yang berbeda, tetapi desa yang kembali menjadi desa, ketika dimasa lampau desa inilah tempat bagaimana terbangun keluhuran nusantara yang kita cintai.

“Dari sinilah mari kita Bangun Kabupaten Jember, dari sinilah kita bangun Indonesia dan dari sinilah kita bangun nusantara ini  menjadi Baldatun tayibatun wrobul gofur”. Pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: