![]() |
| SPBUN NXII gelar Aksi di depan Pemkab Bondowoso 6 Januari 2026 |
"Pekerja PTPN XII Gelar Aksi Solidaritas di Pemkab Bondowoso"
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Ribuan pekerja perkebunan memadati halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Mereka datang bukan sekadar berunjuk rasa, melainkan membawa kegelisahan yang telah mengendap lebih dari dua tahun. Konflik lahan di kawasan Kebun Java Coffee Estate (JCE) dan Blawan, wilayah Ijen, tak kunjung menemukan ujung.
Sejak September 2023, kebun kopi milik negara yang dikelola PTPN I Regional 5 itu menjadi ruang tarik-menarik kepentingan. Para pekerja menyebut konflik tersebut meninggalkan kerusakan masif. Ratusan ribu pohon kopi ditebang, tanaman penaung dirusak, dan sebagian lahan kebun dikuasai secara ilegal. Dampaknya langsung terasa, produksi menurun, rasa aman karyawan menghilang.
Sepanjang 2025, eskalasi konflik disebut semakin tajam. Sejumlah peristiwa kekerasan dilaporkan terjadi. Dua rumah dinas berstatus cagar budaya Kabupaten Bondowoso dibakar. Kendaraan milik karyawan dirusak. Bangunan kantor afdeling hingga fasilitas sosial berupa posyandu tak luput dari perusakan. Namun, hingga kini, belum ada kejelasan penanganan yang diumumkan ke publik.
Tekanan bertambah setelah akses jalan menuju Afdeling Kaligedang ditutup sejak 13 November 2025. Di jalur itu berdiri posko sakera yang, menurut para pekerja, membatasi pergerakan mereka. Penutupan akses bukan hanya menghambat aktivitas kebun, tetapi juga memukul denyut ekonomi dan sosial warga sekitar.
Ketua SPBUN NXII, Bramantyo, mengatakan aksi tersebut merupakan aspirasi murni para pekerja yang menuntut kehadiran negara. Mereka mendesak perlindungan hukum dan jaminan keamanan agar dapat bekerja secara layak.
“Konflik yang dibiarkan berlarut-larut akan memicu dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas di Bondowoso. Kami ingin bekerja dengan tenang, aman, dan bermartabat,” ujar Bramantyo. Ia menegaskan, aksi itu menjadi seruan agar hukum ditegakkan secara adil dan tegas.
Di tengah tuntutan tersebut, aksi solidaritas juga dibalut kegiatan simpatik. Para peserta membersihkan sampah di sekitar lokasi aksi, membagikan bunga kepada pengguna jalan, serta menyebarkan barcode berisi tautan informasi dan pemberitaan konflik sebagai upaya edukasi publik.
Sementara, Manajemen PTPN I Regional 5 menyatakan menghargai aksi damai tersebut. Kepala Bagian Sekretariat dan Umum PTPN I Regional 5, R. I. Setiyobudi, menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara.
“Manajemen menghargai aksi ini sebagai bentuk empati terhadap pekerja kebun kopi di Ijen. Saat ini mereka bekerja dalam kondisi tidak nyaman akibat adanya persekusi oleh oknum tidak dikenal,” kata Setiyobudi.
Ia menambahkan, aksi solidaritas itu juga dimaknai sebagai dukungan moral kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum, mengamankan aset negara, serta menjaga citra Bondowoso sebagai daerah penghasil kopi.
Melalui aksi tersebut, SPBUN NXII berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret. Tanpa penyelesaian tegas, konflik JCE dan Blawan dikhawatirkan terus memicu kerusakan lingkungan, gangguan sosial, serta instabilitas ekonomi daerah. (Wahyu/Eros)


