"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Friday, 15 March 2019

Perhutani Bareng Pemkab Jember Rintis Destinasi Kampung Durian Pakis

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jember bareng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember rintis dan segera luncurkan Kampung Wisata Durian Pakis.

Salah-satu target mewujudkan Kampung Durian Pakis ini adalah guna memotong mata rantai tengkulak durian. Pasalnya selama ini, durian dari Desa Pakis Kecamatan Panti ini telah dikirim ke berbagai daerah di luar kabupaten Jember oleh banyak tengkulak.

"Intinya, bagaimana mewujudkan Kampung Durian untuk bisa mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," Demikian disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Jember Arismaya Parahita mewakili Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

Karena itu, pemerintah berharap Kampung Durian (Kampung wisata) ini bisa menjadi salah satu pusat buah durian di Jember. Untuk bisa memotong mata rantai tengkulak durian itu, kampung ini nantinya digarap bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)”, jelasnya.

Bagi pemerintah, kelompok masyarakat ini menjadi subyek utama pembangunan obyek wisata ini. "Tanpa mereka tidak ada apa-apa, mereka adalah sasaran pokok untuk meningkatkan taraf kehidupan," terangnya,kepada sejumlah awak media Jumat, (15/3/2019).

Kepala Perum Perhutani KPH Jember, Rukman Supriatna S.Hut. MM., menyampaikan, Kampung Durian Pakis ini dibentuk karena adanya potensi yang besar di Desa Pakis.  Ada ribuan pohon durian yang berada di dalam area hutan yang dikelola Perhutani maupun yang berada di lahan milik warga.

Potensi durian ini belum banyak dioptimalkan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Jadi,  dengan ini harapannya, pemilik pohon durian baik dalam kawasan maupun di luar kawasan dapat meningkat nilai duriannya itu," terangnya usai pertemuan di Pendapa Wahyawibawagraha Jember. 

Peningkatan nilai durian itu dengan mengadakan pelatihan tentang durian atau potensi lainnya.  "Sebenarnya, kita tidak berbicara kampung duriannya saja. Disitu ada potensi kopi wisata dan lainnya, dan ini akan kita optimalkan sehingga masyarakat akan terlibat di dalamnya," ungkap Rukman.

Dikampung Wisata ini, pemilik pohon bisa memasarkan dikios durian yang dibuat. Pemilik durian juga bisa menjual produk olahan durian seperti dodol durian dan makanan olahan lain.  "Kita tetap juga mendorong ini lebih berkembang, karena yang kita utamakan adalah taraf hidup masyarakat berkembang," terangnya.

Para wisatawan tidak hanya bisa dinikmati durian saja, juga disajikan wisata edukasi. Pengunjung bisa belajar membuat bibit, teknik agar buah durian bisa berbuah sepanjang tahun dan pengolahan lanjutannya.  "Ini sangat menarik. Ini sebuah tantangan. Mudah-mudahan ini bisa terwujud," ujarnya. (eros).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: