"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Sunday, 23 June 2019

NU Cabang Kencong Gencarkan Dakwah Via Medsos

Dari kiri, Sekretaris NU Kiai Syaiful Bahri, Ketua Tanfidzyah Kiai Zainil Ghulam, Wakil Rais KH Khoiruzzad Maddah, Rais Kiai Achmad Laiq Athoillah, dan Ketua SC Syamsul Hadi, saat Rakercab di aula PCNU Kencong.
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong Kabupaten Jember Jawa Timur bertekat bakal menempuh jihad baru, dakwah melalui media sosial (Medsos).

Kegiatan itu guna mengimbangi merebaknya dakwah konten-konten syiar yang bernada provokatif di (Medsos) yang berpotensi memecah belah umat, yang menjadi keresahan Organisasi Islam ala ahlussunnah wal jamaah terbesar didunia ini.

“Beredarnya syiar Islam radikal di Medsos, harus diimbangi model dakwah yang lebih ramah, agar umat memiliki rujukan tentang pemahaman agama sesuai dengan Islam di nusantara”, tegas Ketua Tanfidziyah PCNU Kencong Kiai Zainil Ghulam , usai Rakercab di aula PCNU Kencong, Minggu (23/6/2019).

Untuk itu, para pengurus dan kader NU diserukan menggunakan Medsos sebagai sarana dakwah.  “Medsos bisa menjadi sarana efektif untuk berdakwah di zaman digital ini. Karena jejaring sosial di dunia maya ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan latar belakang profesi dan usia yang beragam,” jelasnya.

Melalui Medsos, dakwah bisa tersampaikan dengan mudah. Masyarakat bisa mengakses tanpa harus keluar rumah.  Pihaknya mengaku telah menyusun strategi dakwah kekinian dengan kemasan yang kreatif, dengan menyajikan konten dakwah singkat melalui video dan tulisan narasi yang mudah dicerna masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan siraman rohani keislaman atau bertanya hal keagamaan secara langsung, kapan pun dan di manapun. “Di era digital, perkembangan teknologi luar biasa pesat. Jadi jangan sampai dakwah di medsos didominasi kelompok non aswaja atau kaum radikal,” tutunya.

Strategi dakwah itu dirumuskan dalam program kerja, melalui lembaga penyiaran dan dakwah, seperti Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN), Lembaga Takmir Masjid (LTM), Lembaga Dakwah NU, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), dan LP Ma’arif.  “Badan otomon NU, Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU juga dilibatkan. Sehingga sasarannya lebih beragam, mencakup semua usia,” paparnya.

Menurut Rais Syuriah PCNU Kencong Kiai Achmad Laiq Athoillah, manfaat positif teknologi ini harus dimanfaatkan sebagai sarana syiar Islam yang rahmatan lil alamin. “Saatnya ulama-ulama dan kiai mengikuti perkembangan zaman, apalagi NU merupakan gudangnya ulama yang kompeten,” tandasnya. (eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: