"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Thursday, 18 July 2019

Camat Kencong Berharap Kasun Terpilih Amanah dan Tegak Lurus 

Empat calon kasun saling berpegang tangan, kredit foto: Fahmi/Majalah Gempur
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pilihan Kepala Dusun Tempuran, Desa Cakru berlangsung terbuka, empat calon sama-sama menerima hasil yang diumumkan oleh ketua panitia, meski ketiga calon harus pulang dengan kepala tertunduk.

M. Idris Afandi sebagai Kepala Dusun terpilih mengatakan, persiapannya sekedar mempersiapkan mental, untuk materi ia mengaku cuman melihat-lihat di internet.

"Tentu dalam jangka pendek, saya akan meneruskan program-program kasun sebelumnya yang telah purna tugas dan koordinasi dengan pimpinan di desa," ujar Idris, di Desa Cakru, Kamis 18 Juli 2019.
Empat calon mengerjakan tes tulis, (kredit foto: Fahmi/Majalah Gempur)

Idris menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Sebab, proses seleksi berlangsung murni, tanpa ada lobi-lobi dan money politik, sehingga semua warga bisa turut serta asal ada kemauan. Apalagi, tidak ada biaya, gratis.

"Semoga masyarakat dapat legowo dengan hasil ini, apalagi melalui proses seleksi bukan pilihan. Sehingga, kedepan semuanya tetap akur dan jangan sampai ada permusuhan," harap Idris.

Sebelumnya, ketika proses seleksi berlangsung, Camat Kencong Susmiadi mengatakan, semuanya ada empat calon untuk mengisi Kepala Dusun Tempuran Desa Cakru. Seleksinya ada tiga, pertama tes tulis, wawancara dan terakhir pidato.

Susmiadi mengaku, bersama Muspika telah sepakat untuk bersikap netral dan apa adanya sesuai dengan aturan yang ada. Jadi, dilakukan seleksi dengan tes. "Calon sepeser pun tidak dimintai biaya, kemaren sempat khawatir calon bakal dimintai biaya," kata Susmiadi.

Syaratnya, sambung Susmiadi, cukup dengan ijazah minimal SMA. Namun, di sana juga ada yang sarjana, juga menyertakan foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK). "Indikator penilaiannya ada empat, dari Korwas Pendidikan Camat, Kapolsek dan Danramil," terang Susmiadi.

Jumlah soalnya, sambung Susmiadi, keseluruhan 50 soal. Uniknya, kata Susmiadi, agar lebih terbuka, yang menilai soal adalah calon kasun. Jadi, setelah mengerjakan saol, jawabannya saling ditukar, kemudian satu sama lain mengoreksi yang lainnya.

Susmiadi berharap, dengan proses yang terbuka dan netral seperti ini, dapat memilih pemimpin yang jujur dan amanah, sesuai dengan jargon bupati, memilih pemimpin yang amanah dan tegak lurus. (RF).  

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: