"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Sunday, 15 September 2019

Gus Aab: Warga NU Tidak Tabu Bicara Politik

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ketua Tanfidziyah PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin pada saat pengajian memperingati bulan Muharram yang digelar  keluarga besar Pesantren An-Nur Kesilir Wuluhan, Sabtu (14/9/19) malam kembali mengingatkan warga dan seluruh jajaran struktural NU, Lembaga dan Banom untuk bangkit.

"Mari bersama bangkit dan bersatu meningkatkan dakwah Islam Ahli Sunnnah Wal Jamaah An-Nahdlhoh serta dakwah sosial, kesehatan dan kesejahteraan ummat," ajak ketua NU  yang akrab di panggil Gus AabGus Aab, kepada seluruh jamaah yang hadir dan seluruh warga nahdliyin, Sabtu (14/9/2019). 

Mengawali tausyiahnya Gus Aab menjelaskan bahwa Jember itu potensi NU-Nya besar baik dari sisi jumlah warga NU-nya, lembaga pendidikan-nya ( pondok pesantren dan madrasah ) dan ada Universitas Islam Jember ( UIJ ) semua berpedoman pada 'Ahlu Sunnah Waljamaah, dengan misinya li'ilaai likalimatillah.

"Potensi NU yg besar ini harus mendapat perhatian dan dukungan dari sisi regulasi dan kebijakan, oleh karenanya warga NU harus segera melek politik, bangkit dan bersatu menghadapi pilbup jember 2020," tambah Gus Aab pada acara tasyakuran terpilihnya Dra. Hj. Sriwinarni Lukman dari PKB sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember.

Hadir dalam acara Muharam tersebut Umi Zahrok MSi anggota DPRD provinsi Jawa timur yang baru dilantik mewakili Dapil Jember-Lumajang.

Ceramah Gus Aab yang penuh humor ciri khas NU, sontak mengagetkan jamaah yang hadir, kata dia, bila ada kader PKB baik itu DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI setelah kyai-kyai menentukan pilihannya walau hanya baru bertugas di DPRD dan DPR RI setahun, "Harus siap maju di Pilbup Jember 2020, termasuk Umi Zahrok MSi," katanya langsung disambut gemuruh tepuk tangan. 

Gus Aab mengajak warga NU berdoa bersama agar dalam Pilbup 2020 Jember punya Bupati asli dari NU, kalau tidak ada dari NU paling tidak calon Bupati yan bisa disarungi.

Ditambahkan Gus Aab, bila pada ahirnya PCNU menemukan Calon Bupati secara amaliah itu NU ( mau tahlilan, baca qunut, istighotsah an dll ) tapi tidak pernah masuk pengurus struktural di semua level, Lembaga dan Badan Otonom ( Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU. Ansor, Sarbumusu ) Nahdlatul Ulama "Calon ini kudu disarungi, gerrrrr," ucap Gus Aab kembali disambut gelak tawa hadirin.

Gus Aab meminta semua warga NU di Jember harus aktif membicarakan politik terkait pilbup 2020 Kabupaten Jember dan diulang-ulang dalam setiap pengajian beliau bahwa Warga NU jangan tabu membicarakan politik di Majelis Taklim, di pengajian-pengajian dan forum-forum NU. 

Gus Aab dengan gamblang dan terbuka menyampaikan di seluruh warga NU, disetiap pengajian NU bahwa PCNU Jember saat ini sedang menyaring dan menjaring kader-kader NU, "Diantaranya Akseptabilitas, Elektabitas dan Isinya Tas gerrr," hadirin ketawa. 

Dari ketiga tahapan itu, sambung Gus Aab, yang paling utama bila kyai-kyai NU tentu caranya khusus sebagai ulama telah menetapkan memilih pemimpin si A, maka semua warga NU baik struktural maupun non struktural harus taat keputusan ulama.

"Gimana kalau Calon Bupati yg diputuskan ulama tidak punya Isinya Tas, justru inilah kekhususan dan dianggap kelebihan ulama memandang pemimpin yang akan dipilih untuk didorong ke Pilbup Jember," tambah Gus Aab.

Lanjut Gus Aab, "InsyaAllah bila kyai-kyai NU sudah menjatuhkan pilihan terhadap calon Bupati Jember 2020 nanti, isinya tas tidak menjadi yang utama, sebab warga NU akan bergerak dengan ketulusannya,"

Kyai-kyai NU menetapkan calon pemimpin bukan karena banyak dan sedikitnya isinya tas, tapi mata batinnya menembus langit menggantungnya Ridho ALLAH SWT. Demikian keyakinan gus Aab dalam tausyiahnya. (*).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: