"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Saturday, 7 September 2019

Kiprah Sopir Ambulance Desa di Jember Dampingi Orang Sakit

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tidak kenal istilah lelah, bagi para Sopir Ambulance Desa (Ambudes) di Jember, pasalnya kerjanya nyaris 24 jam, mereka harus selalu siap, menjalankan tugas saat dibutuhkan.

Tidak peduli kapan itu waktunya, baik dipagi hari, siang, malam bahkan dini haripun, disaat ada warga yang sedang sakit, dan membutuhkannya, harus selalu siap mengantar – jemput dari dan ke Puskesmas atau Rumah Sakit yang ditunjunya, terutama yang emergency, tidak pandang kaya atau miskin.

“Intinya ya sigap, nggak boleh lengah, Sebagai pelayanan, kami harus siap 24 jam non stop," kata Ketua Komunitas Relawan, Persatuan Ambudes Jember (PAJ), Ifan Feri Handoyo, disela-sela menghadiri acara Tasyakuran terpilihnya Anggota DPRD Jember dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Gembong Konsul Alam di rumahnya, dusun Klonceng, Desa Lembengan, Kecamatan Ledok Ombo, Sabtu (7/8/2019).

Tak hanya itu, lanjutnya, “Apa yang dilakukan, tida  semata-mata hanya menyopir ambulance saja, tetapi lebih dari itu mereka  juga melakukan pendampingan bagi keluarga yang sakit”, terutama yang tidak tahu alur berobat ke rumah sakit.  "Kami kasian kalau tidak didampingi, sebisa mungkin apabila orangnya tidak berpengalaman, itu kita didampingi, Jadi tugas kita ukan hanya nyopir, juga merangkap sebagai relawan," katanya.

Dalam pelayanannya tidak dipungut biaya atau gratis total, tidak ada Pungutan Liar (Pungli), “Memang itu dilarang Bupati, Alhamdulilllah dipegang teguh oleh teman-teman, jika ditemukan ada pungli, bisa dilaporkan kepada saya atau pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan, ataupun langsung ke Bupati Jember,” katanya.  

Dikatakan Ifan, sapaan akrab ketua PAJ Jember, yang juga sopir Ambulan di Desa Arjasa ini menjelaskan bahwa seluruh Desa saat ini sudah ada Ambulance nya, keberadaannya sangat membantu masyarakat, lebih-lebih di desa, yang sebelumnya jarang ada mobil mau mengangkut orang sakit.  

"Sebelum ada Ambudes, masyarakat sangat bingung untuk mencari mobil yang mau mengantarkan orang sakit, namun sekarang sudah tidak lagi, Ya alhamdulilah keberadaannya sangat membantu masyarakat, terima kasih Bupati Jember, dr Faida, MMR, telah memberikan satu Desa satu ambulance" imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ifan juga menjelaskan perihal dibentuknya organisasi yang dipimpinnya ini sebagai wadah silaturahmi antar sopir ambulance. “Funsinya adalah guyup rukun dan persaudaraan, saling membantu jika diantara kita mengalami musibah, kita juga akan mensuport anggota DPRD yang tetap peduli terhadap para Duafa, seperti pak Gembong dan pak Adi Supaat atau DPRD lainnya”, jelasnya.

Saat ditanya apa saja kendala di saat menjalankan tugas, menurutnya dalam menjalankan tugas masih saja ada penilaian negatif dari masyarakat, seperti tuduhan pungli dan lain sebagainya, namun setelah kita ditusuri ternyata tidak ada, meski difitnah demikian, dirinya mengaku tetap maksimal menjalankan tugas.

Kendala lain, didalam menjalankan tugasnya, katanya,  para sopir hingga saat ini masih belum punya  SK perorangan, untuk itu dirinya mewakili para sopir se kabupaten Jember berharap kepada Bupati Jember melalui anggota DPRD, Gembong agar diperjuangkan untuk mendapatkan SK itu.

“Itu saja yang kami harapkan, agar jelas statusnya, apabila kami berhak dan layak mendapatkan SK, mudah-mudahan ada jalan, sekarang memang sudah diakui, tetapi kalau pegang SK, kita tenang, guna menghindari fitnah yang tujuannya menjatuhkan, yang dibilang ada pungli, tidak siap, ditelpun tidak aktif, ternyata tidak ada, namun benar-benar ada, laporkan saja, biar saya bisa menyelesaikan dilapangan”, katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Jember juga juga ketua Fraksi Nasdem, Gembong Konsul Alam mengaku siap, keluhan itu sementara akan dibicarakan dengan anggota Fraksinya, dan diteruskan kepada Komisi yang bermintra dengan Dinas Kesehatan.

“Karena DPRD Jember masih baru dilantik, dan hingga saat ini komisi-komisinya masih belum terbentuk lantaran terkendala belum ditetapkannya Pimpinan DPRD Jember Devinitif, maka aspirasi ini akan kami bicarakan dulu dengan Fraksi kami, dan disalurkan di komisi jika terbentuk nanti,” katanya. (eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: