"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 21 October 2019

Ribuan Santri se MWC Balung Jember Gelar Kirab Lintas Agama

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Peringati Hari Santri Nasional (HSN), Senin (21/10/2019) ribuan santri - Pelajar di bawah MWC NU Balung Kabupaten Jember gelar Apel dan kirab lintas agama.

Kegiatan bertema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” ini tidak hanya diikuti Santri – Pelajar NU, serta Lembaga dan Badan Otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor - Banser, Pagar Nusa, ISNU, Pergunu, LP Ma’arif NU dan IPNU-IPPNU, tetapi juga diikuti peserta Lintas Agama.

Menurut Ketua Panitia Pelaksasa Ahmad Jamaludin MPd bahwa  peringatan HSN sebagai bentuk rasa Syukur, dimana pesantren itu identik sekali dengan warga Nahdlatul Ulama (NU), apalagi saat ini Undang-undang pesantren sudah diresmikan oleh Pemerintah.

Kegiatan ini sengaja dikemas dalam bentuk apel dan Kirap Lintas Agama, guna menunjukkan kebersamaan, NU itu besar, warga Islam itu banyak, dan Insya- Allah organisasi ini bisa mengayomi dan ngayemi seluruh warga, oleh sebab itu acara ini melaibatkan komunitas lintas agama.

“Pertama Santri bersykur, yang kedua jadilah santri yang bisa mewujudkan perdamaian dunia, sehingga kami mengundang lintas agama tujuannya utamanya adalah menciptakan kerukunan, menciptakan kebersamaan biar tidak ada gontok-gontoan, biar tidak ada saling caci, ujaran kebencian baik yang ada disini lebih-lebih yang ada diluar jawa”, jelasnya.

Di Jawa, apalagi Jawa Timur memang mayoritas warga NU, tetapi banyak juga diluar sana warga NU yang kebetulan menjadi minoritas. “Dengan mengayomi agama lain disini, otomatis nantinya akan mereka (warga NU) yang ada diluar Jawa ter yomi oleh yang mayoritas”, pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi, bahwa tampak para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggaran MWC Balung ini. “Sebagai santri kami merasa bangga, pemerintah telah menetapkan hari santri pada tanggal 22 Oktober secara nasional,” kata Abdus Salam.

Dirinya berharap kedepan para santri milenial dapat menjadi agen-agen perdamaian, karena NU memiliki aset kekayaan Sumber Daya Manusia yang sangat luar biasa, sehingga Indonesia dengan keberagamannya, itu dari suku, etnis dan budaya itu bisa bersatu.

“Kondisi semacam ini tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain yang ada dibelahan dunia yang lain, jadi menjadi Bangsa Indonesia ini merupakan satu kebanggaan, ternyata Indimesia dengan keberagaman bisa damai, aman dan sejahtera”, katanya. (eros)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: