![]() |
| Aplikasi TRING, Upaya Pegadaian Jember Tinggalkan Citra Layanan Lama |
Jember, MAJALAH–GEMPUR.Com - Festival TRING Pegadaian Jember 2026 yang digelar PT Pegadaian Area Jember selama dua hari, 24–25 Januari 2026, di Atrium Roxy Mall Jember, bukan sekadar ajang hiburan akhir pekan. Lebih dari itu, festival ini menjadi medium transformasi cara Pegadaian mendekatkan layanan digitalnya kepada masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z.
Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dan terbuka gratis untuk umum, Pegadaian secara sadar memilih pendekatan yang membumi denga memadukan edukasi layanan keuangan digital dengan ruang ekspresi komunitas. Musik jazz, stand up comedy, kompetisi latte art, hingga TikTok Challenge sengaja dihadirkan untuk menciptakan suasana santai, akrab, dan relevan dengan gaya hidup anak muda.
Pilihan konsep tersebut menunjukkan upaya Pegadaian keluar dari citra konvensional yang selama ini melekat. Festival ini menjadi simbol pergeseran strategi, dari layanan yang identik dengan antrean dan proses manual menuju ekosistem digital yang cepat, transparan, dan mudah diakses melalui aplikasi TRING Pegadaian.
Vice President PT Pegadaian Area Jember Andi Wijaya menegaskan, Festival TRING merupakan bagian dari strategi besar Pegadaian untuk menjadikan layanan digital sebagai pengalaman, bukan sekadar fitur.
Ia menyebut aplikasi TRING sebagai layanan digital pendukung (extension services) yang dirancang untuk mengurangi transaksi walk-in.
"Dengan satu aplikasi, nasabah dapat mengakses berbagai layanan Pegadaian tanpa harus datang langsung ke kantor cabang," ujarnya.
Lebih jauh, Andi menjelaskan bahwa kehadiran TRING diharapkan mampu mengikis stigma lama Pegadaian yang kerap dianggap lambat dan birokratis. Aplikasi ini menawarkan kecepatan layanan melalui sistem satu klik untuk kebutuhan darurat, transparansi lewat akses saldo dan riwayat transaksi real-time selama 24 jam, serta kemudahan layanan tanpa batas jarak dan waktu.
Puncak Festival TRING Pegadaian Jember 2026 pada 25 Januari akan dimeriahkan oleh hiburan musik DJ dan penampilan guest star Fira Cantika. Selain itu, berbagai doorprize dan hadiah menarik disiapkan untuk meningkatkan partisipasi pengunjung, menjadikan festival ini inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dari sisi regulator, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Muhammad Mufit memandang festival ini sebagai momentum penting dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan digital. Kehadiran OJK, menurutnya, merupakan bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat tidak hanya menggunakan layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya.
Muhammad Mufit mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, tingkat literasi keuangan nasional baru mencapai 66,46 persen, sementara inklusi keuangan telah berada di angka 80,51 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman, di mana sebagian masyarakat telah menggunakan layanan keuangan tanpa bekal literasi yang memadai.
"Idealnya literasi keuangan harus berada di atas tingkat inklusi, agar masyarakat memahami fitur, fungsi, dan manfaat layanan keuangan sebelum menggunakannya. Dalam konteks ini, layanan digital seperti aplikasi TRING dinilai memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi sekaligus akses keuangan." ungkapnya.
Melalui Festival TRING Pegadaian Jember 2026, Pegadaian tidak hanya menargetkan peningkatan penggunaan aplikasi, tetapi juga mendorong perubahan budaya layanan keuangan ke arah yang lebih cerdas, modern, dan berkelanjutan. Festival ini diharapkan menjadi contoh bahwa edukasi keuangan dapat dikemas secara inklusif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. (Wahyu/Eros)


