"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 19 November 2019

Festival Batik Pendalungan di Lippo Plaza Jember Angkat Batik Lokal

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Peringati Hari Batik Nasional, 2 Oktober dan untuk mengangkat ekonomi kerakyatan pengrajin Batik. Lippo Plaza Gandeng DIG photowork dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jember Gelar Fetival Batik Pandalungan 2019.

Kegiatan ini berangkat dari keinginan bersama guna memajukan industri batik rumahan, di Jember dan di kawasan Pandalungan, daeah Tapalkuda (Jember, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang), disamping untuk memasyarakatkan pemakaian batik dalam keseharian, agar prodak pengrajin Batik diwilayah itu semakin dikenal dan dicintai oleh rakyat Indonesia.

“Ide acara ini gelar, berkat banyaknya masukan, para pengrajin batik yang ingin industri rumahannya ini diangkat. Ketika kami berkunjung ke para pengrajin, rata-rata mengeluhkan itu, karena selama ini mereka hanya mempruduksi batik, tetapi tidak memdapatkan promosi yang tepat, sehingga produknya bisa dikenal”,. Kata  Direktur DIG photoworks Amir Sidik, disela acara pembukaan di Atrium Lippo Plaza Jember, Senin (18/11/2019) malam.

Sebelumnya DIG photowork bersama Lippo Plaza Jember juga telah menyelenggarakan event Fashion akbar yaitu Jember Fashion  Society (JFS) yang merupakan pagelaran fashion week pertama di Jember pada 2 – 8 Sepetember 2019.

Berbekal pengalamanya itu, maka DIG photowork, bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jember dan didukung sepenuhnya oleh Lippo Plaza, menggelar Festival Batik Pandalungan ini dalam bentuk pameran batik (exspo) selama 1 minggu.

“Tujuan kami sama yaitu meningkatkan ekonomi kerakyatan terutama para pengrajin batik tradisional . Kami berharap dengan adanya kegiatan ini batik yang ada di Jember dan sekitarnya makin terkenal dan makin mendapatkan tempat dihati masing-masing penikmatnya”, jelasnya.

Salah-satu Pemilik Griya Batik Notohadinegoro, mengapresiasi digelarnya event Fetival Batik Pandalungan 2019.  Menurut pendiri gerai batik bermotif andalan tembakau ini bahwa saat ini memang sudah banyak perkembangan batik di kota Jember Fashion Carnaval ini.

“Kami mengapresiasi semua fihak yang telah memberi kesempatan para pengrajin sehingga punya eksistensi sama, event ini tentunya akan menambah rasa percaya bagi UKM yang baru mulai,” kata Indhi Nadia Wulandari, wanita yang menggeluti bidang fashion designer batik sejak 2015 lalu ini, kepada media ini Selasa (19/11/2019).

Hal senada disampaikan  Mall Directur  Lippo Plaza Jember Jarenta Sinaga. Menurutnya, event  bertema ‘Warna – warni Batik Pandalungan’ selama 1 minggu mulai Senin hingga Minggu (18 – 24 November 2019) ini, bisa jadi trigger menggeliatkan industri dan fashion batik di Jember.

“Kami berharap kegiatan perdana ini bisa  menggeliatkan industri dan fashion batik di Jember dan sekitarnya, dan bisa menjadi agenda tahunan.  Dengan keberagaman warna yang tercipta dari karya seni batik Pandalungan bisa memberikan warna bahwa perbedaan itu indah”, harapnya.

Beragam kegiatan deselenggarakan kemeriahan festival, diantaranya kompetisi menyanyi Jember Singing Star (JJS), Pemilihan Gus dan Ning Cilik Kabupaten Jember 2019, Show Selasa Berkebaya, Show Kamis Nusantara serta dipuncak acara hari Minggu, 24 November 2019 akan digelar peragaan busana trunk show oleh 13 designer dari kota Jember dan sekitarnya

Disamping itu juga ada yang dari Jokjakarta dan Surabaya diantaranya Fatma Nuril, Gria Batik Notonegora,  Batik dan Tenun Rolla, Abata Bayu, Batik Dugong, Batik Jaya Dwipa, DewiQu, Andar Yusri. La-Zuaros, Anggun Tika, Batik Sekar Waru, Skill for Future BLK Jember dan Eza Guntur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Anas Ma’ruf mengapresiasi langkah DIG photoworks dan Lippo Plaza Jember yang menggelar Festival Batik Pandalungan 2019 ini, menurutnya bahwa memang seperti yang disampaikan pihak photoworks memang banyak dukungan dan tuntutan agar kita bisa memberdayakan ekonomi lokal, ekonomi kreatif, yaitu batik Pandalungan.

“Kegiatan ini tentunya harus kita suport bersama, terutama pemerintah, karena memang sudah menjadi tugasnya untuk mendukung kemajuan ekomomi kreatif di Kabupaten Jember, jika berbicara ekonomi kreatif disini cukup lengkap, ada kegiatan intertain, fashion, audio video visual dan segala macam, ini tentunya bagian dari ekonomi kreatif itu sendiri”, katanya.

Untuk itu Anas menegaskan atas nama Pemkab Jember mengaku sangat berterima kasih dan mendukung sepenuhnya terselenggaranya event ini.  lebih-lebih disini juga digelar event pemilihan Gus dan Ning Cilik 2019, kegiatan ini  merupakan ajang pembelajaran, bagi putra-putri kita agar lebih berani dan bisa menampilkan talentanya.

“Karena kita tahu seiring perkembangan ekomomi kreatif, yang namanya anak pintar tidak hanya pintar pelajaran saja, tetapi juga ptra-putri kita harus memiliki kelebihan masing-masing, salah-satunya bisa juga didunia kreatif, baik fashion atau talenta-talenta lainnya yang tentunya sebagai orang tuan kita harus bisa mengarahkan ke hal-hal yang lebih polsitif”, harapnya.

Kalau dulu, Lanjut  Anas, orang tua seangkatannya jika menayakan Nak apa Cita-citanya? Akan kita jawab, ingin jadi Presiden, dokter, Pilot atau  Polisi, beda dengan anak-anak kekinian, Mungkin jawabnya ingin jadi, model,  Designer, Youtuber, Gamers dan lain sebagainya.

Kanapa demikian,  tanyanya? karena memang banyak berubahannya saat ini,  seiring dengan perkembangan era digital, perkembangan ekonomi kereatif bisa merubah sebuah  hal yang mustahil pada saat dulu,  menjadi hal yang lumrah. Karena memang disitulah menghasilkan, dari sisi ekonomi.

“Sekali lagi terima kasih kepada semua fihak yang mendukung terselenggaranya acara ini, semoga event akan melahirkan para talenta-talenta yang luar biasa dari para putra-putri kita dan bisa memajukan usaha ekonomi kreatif khusunya pengrajin batik lokal,” pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: