"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 3 December 2019

Ambruknya Galvalum Pendopo Kecamatan, Polres Jember Langsung Olah TKP

Polres Jember olah TKP, Kredit foto: Togas/MG

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Polres Jember merespon cepat dengan melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas peristiwa ambruknya galvalum atap pendopo Kecamatan Jenggawah. Proyek senilai 2 Miliar lebih tersebut, harusnya selesai 21 November dan memakan korban pengangkut semen, Selasa 3 Desember 2019.

 Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal kepada sejumlah media mengatakan, semula polres mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada pembangunan kantor kecamatan di Kecamatan Jenggawah yang ambruk. Seketika itu, Alfian memerintahkan Kasatreskrim dan Tim Tipikor untuk melakukan penyelidikan bangunan.

"Sesuai dengan informasi awal hasil introgasi di mana untuk masa kerja dilaksanakan pada tanggal 24 juli 2019 dan berakhir pada tanggal 21 November 2019, dimenangkan oleh PT ANdaya Breka Kontruksi dengan nilai Rp.2. 049. 823. 821. 00," ujar Alfian, kepada MAJALAH-GEMPUR.Com, Selasa 3 Desember 2019.

Alfian mengaku saat ini dalam tahap penyelidikan, tim sedang bekerja dan nanti akan meminta keterangan dari beberapa pihak yang berwenang, pastinya akan dilakukan secara intensif dan secara konferensif.

Ambruknya pendopo ini, sambung Alfian, memakan korban atas nama Mohammad Hafid (26), dia adalah yang mengantarkan barang berupa semen. Pada saat menurunkan barang tertimpa reruntuhan gedung yang ambruk. Saat ini, korban ditangani di Puskesmas Jenggawah, korban mengalami luka robek di kaki kanan, paha bagian belakang dengan 10 jahitan.

Masih Alfian, olah TKP masih terus dilakukan, bersama tim dan konsultan untuk melakukan penyelidikan. Ada beberapa hal yang menurutnya ganjal, yakni Galvalum. "Secara kasat mata dari penyidik, ada beberapa lubang yang salah penempatan skrup, ini mungkin yang seharusnya tidak bisa digunakan ini. Namun, belum diketahui pasti kita akan bekerjasama dengan ahli," terangnya.

Alfian meminta waktu sebab penyelidikan masih dari dasar, akan melihat data lebih dulu untuk menindaklanjuti. Sampai detik ini, Alfian menerangkan bahwa belum ada yang diperiksa, hanya melakukan introgasi awal.

"Pukul 08.40 wib, kita langsung ke TKP dan melakukan olah TKP secara intensif dan konferensif. Saat ini, ditetapkan Status Quo. Jadi, tidak ada pengerjaan yang dilakukan di Kecamatan Jenggawah, ini hentikan.” pungkasnya. (RF).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: