"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Tuesday, 18 February 2020

Pemuda di Banyuwangi Nekat Mengakhiri Hidupnya di Kebun Buah Naga


Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com - Diduga mengalami depresi seorang pemuda nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kebun buah naga. Korban diketahui bernama Anton Wahyudi (23) warga Dusun Krajan, RT.06, RW.01, Desa Jambewangi, Kec. Sempu Kab. Banyuwangi Jawa Timur.


Korban ditemukan tewas secara mengenaskan dengan posisi leher terjerat tali tampar, di aliran irigasi kebun buah naga milik Ilham (50) warga desa setempat, pada Senin 17 Februari 2020 kemaren.

Kanit reskrim Polsek Sempu Ipda Didik Suhendi saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Penemuan korban berawal saat pemilik kebun buah naga hendak memupuk tanamannya. Sebelum melakukan pemupukan, ia berkeliling untuk mengecek kondisi kebunnya. Setibanya di TKP, pemilik kebun dikejutkan dengan penemuan sesosok pemuda tergeletak di aliran irigasi dengan tali yang masih terjerat di leher Korban. Melihat peristiwa itu, Ilham berteriak minta tolong ke arah pemukiman warga," Kata Ipda.Didik.

Selanjutnya warga melaporkan penemuan korban gantung diri tersebut pada Polsek setempat. Saat dilakukan identifikasi, korban mengikatkan tali tampar pada bambu yang ada di kebun buah naga. Bambu setinggi dua meter tersebut, digunakan korban untuk menjerat lehernya sendiri. Tali yang digunakan korban untuk bunuh diri terputus dan sisanya masih tertinggal di leher korban.

"Dari hasil pemeriksaan fisik, diduga korban sengaja melakukan bunuh diri, karena terlihat dari ciri-ciri fisiknya. Lidah korban terjulur keluar. Selain itu diperkuat juga dengan adanya cairan sperma yang keluar dari kemaluan korban,” ujarnya

Dari hasil olah TKP Polisi juga mengamankan tali tampar yang diduga digunakan korban untuk gantung diri serta pakaian korban. Pihak keluarga dari korban ihklas menerima kepergian Anton Wahyudi, serta menolak untuk dilakukan otopsi. Keluarga korban membuat surat pernyataan disertai dengan materai.

“Dilihat dari tubuh korban juga tidak ditemukan bekas adanya tanda-tanda kekerasan. Yang terlihat jelas hanya luka memar di leher akibat kuatnya ikatan tali tampar ,” Imbuh Kanit Reskrim Polsek Sempu Ipda. Didik (RF/Wahyu)

Berita Terkait Peristiwa

No comments: