"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Wednesday, 8 April 2020

Warga Sekitar Makam Resah Atas Meninggalnya Pasien ODP Corona di Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Warga sekitar pemakaman di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, resah lantaran ada orang meninggal diduga pasien kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona.

Ketua RW setempat, Gunadi Suliyanto mengatakan, warga merasa curiga sebab petinya disolasi semua dan warga beranggapan terkena corona. Jadi warga resah dan akhirnya ramai-ramai mendatanginya, Rabu (8/4/2020) siang.

Keresahan warga lantaran saat prosesi pemakaman melihat mobil ambulans jenazah masuk ke dalam area pemakaman, sebelum sholat dhuhur. "Warga ramai-ramai mendatangi saya, warga bilang ada orang meninggal dibawa dengan ambulans," tuturnya.

Setelah itu, Gunadi mengaku langsung memberitahu dan berkoordinasi dengan kelurahan. Setelah berkoordinasi dengan Lurah, Camat dan Kapolsek Kaliwates, kemudian mendatangi lokasi dan memberikan pemahaman kepada warga sekitar makam.

"Memang warga yang meninggal, memiliki area pemakaman di daerah lingkungan telengsari. Seharusnya, warga sekitar rumah yang meninggal (Jalan Raden patah) memberitahukan ke warga sini, apalagi sekarang marak virus corona," ucapanya.

Gunadi mengaku, biasanya bila ada warga yang meninggal melaporkan kepada dirinya. Sehingga, dia bisa memberitahukan ke warganya. "Karena saya juga termasuk pengurus makam di sini," ujarnya.

Lurah Jember Kidul, Yoyok Sulistiyono menerangkan ada warga Jalan Raden Patah, Kelurahan Kepatihan, meninggal dunia. Dia diduga adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP) covid-19"Kebetulan dimakamkan di sini, sehingga warga melihat kejadian itu," terangnya.

Yoyok menyatakan, keresahan ini mungkin ada miss komunikasi. Tidak memberikan informasi, kalau dimakamkan di sini. "Dikuatirkan yang meninggal itu, adalah positif. Padahal perlu ketahui, pasien ODP sudah melalui prosedur yang telah ditentukan oleh pihak rumah sakit," ucapnya.

Selaku Lurah, bersama Kapolsek dan Camat memberikan pemahaman kepada warga , Bahwa yang meninggal itu pasien yang masih kategori ODP dan bukan pasien positif corona, sebagaimana dugaan warga, sehingga  warga sekitar pemakaman akhirnya bisa menerimanya. (RF/Eros/Yud).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: