"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 7 May 2020

Spesialis Minta Amal Palsu di Jember Diamankan Polisi


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Spesialis minta amal palsu untuk khoul Habih Sholeh Tanggul diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Semboro, pelaku berpura-pura sebagai petugas amal dan dijadikan pekerjaan sehari-hari, sementara uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi, Kamis 7 Mei 2020.

Pelaku yang bernama Agus Triono, warga Dusun Krajan, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, kali ini bernasib buntung. Ia ditangkap warga saat meminta amal di rumah Sudi, Dusun Jatian, Desa Pondok Dalem, Kecamatan Semboro.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti milik korban yang digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, 1 lembar surat proposal/mandat tertera nama Yayasan Ponpes Sirojul Anwar, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji yang diakuinya membuat sendiri di warnet.

Selain itu, 1 buah buku tulis besar terdapat rekap penerimaan amal, uang tunai sebesar 458 ribu rupiah dan 1 buah ballpoint hitam. Kapolsek Semboro Iptu Fathur Rahman SH mengatakan, pelaku diamankan warga saat bertamu di rumah korban dan mengaku sebagai petugas pemungut sumbangan amal untuk kegiatan pengajian dalam rangka khaul Habib Sholeh Tanggul.

"Dia mengatakan minta sumbangan karena diberi mandat oleh keluarga Habib Sholeh, untuk digunakan acara haul," ujarnya. Fathur mengungkapkan, awalnya korban merasa curiga dan kemudian menyimpulkan, jika hal ini hanya akal-akalan pelaku saja.

"Sebab sudah banyak diketahui orang maupun korban, jika kegiatan khaul Habib Sholeh Tanggul yang diselenggarakan rutin setiap tahun, kini telah ditiadakan atau ditunda karena adanya wabah korona. Namun masih saja ada orang yang meminta sumbangan untuk kegiatan tersebut," jelasnya.


Fathur menjelaskan, secara kebetulan pelaku minta uang kepada anggota jamaah dari Habib Sholeh sendiri. Makanya korban kaget langsung ditangkap oleh warga dan diserahkan ke pihak kepolisian. Pelaku mengaku, perbuatan berpura-pura sebagai petugas amal dengan meminta sumbangan kepada masyarakat sudah berlangsung lama dilakoninya, sambil berkeliling keberbagai wilayah.

"Ternyata dia kerjanya keliling dengan menipu berpura-pura meminta sumbangan amal kepada masyarakat," kata Fathur. Dari aksi tipu-tipu tersebut, hanya bermodalkan sebuah amplop besar berisikan surat mandat, proposal dari yayasan ataupun pondok pesantren yang dibubuhi tanda tangan lengkap dengan stempelnya.

Pelaku bisa meraup keuntungan yang cukup lumayan banyak. Dalam sehari saja Ia mengaku bisa mendapatkan uang senilai 2 ratus hingga 3 ratus ribu rupiah.
"Namun tentunya tanda tangan dan stempelnya palsu, yang dibuat sendiri oleh pelaku dan uangnya untuk kepentingan sendiri," ungkapnya.

Fathur menghimbau, di bulan Ramadhan ini memang banyak orang yang menarik bantuan sosial, dan kesempatan ini sering disalah gunakan oleh oknum untuk kepentingan pribadinya. "Untuk masyarakat agar berhati-hati dalam beramal dan lebih selektif dalam memberikan bantuan kepada orang yang tidak jelas," pesannya. (RF/Eros/Tahrir).

Berita Terkait Kriminal

No comments: