"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Sunday, 21 June 2020

BNPB RI Cek Alat Pemeriksaan Cepat Covid-19 di RSD dr Soebandi Jember


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kepala Deputi Logistik BNPB RI Mayjen Purn Eko Budi S, cek Alat mempercepat pemeriksaan Covid-19  Polymerase chain reaction (PCR) di RSD dr Soebandi Jember.

Kunjungan itu juga guna untuk mengevaluasi penanganan Covid-19 di kabupaten Jember. Alat laboratorim yang merupakan bantuan BNPB RI kepada Satuan Gugus tugas percepatan penanganan covid -19 Kabupaten Jember beberapa waktu lalu.

Kedatangannya disambut Ketua Gugus Tugas Covid 19 yang juga Bupati Jember  dr. Faida, Dandim  0824 Letkol Inf La Ode M Nurdin, Kapolres  AKBP Aris Supriyono, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Satuki, dan unsur lainnya di Pendapa Wahyawibawagraha.

BNPB mengpresiasi inovasi tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Jember bersama TNI-POLRI. “Saya kira Langkah  ini sudah baik, kerja keras jajaran Forkopimda dalam menangani covid-19, patut diapresiasi," kata Mayjen Purn Eko usai mendengarkan pemaparan dr Faida.

Menurutnya hal Itu buah pekerjaan yang tidak gampang, Karena Jember memiliki pintu masuk yang banyak dan itu sangat memungkinkan untuk masuknya covid -19. Koordinasi dan kerjasama merupakan salah satu kunci sukses jember sampai saat ini

“Saya berharap, seluruh masyarakat dari kalangan atas hingga yang paling bawah untuk mensuport kegiatan Pemerintah Daerah, TNI-Polri untuk disiplin protokol kesehatan, demi warga masyarakat Jember, demi kita semuanya,”tandasnya

Pantauan Kami perkembangan jumlah positif lebih banyak kesembuhanya sebanyak 2/3 dengan positif, Jember semakin bagus dan semakin bagus, salah satu daerah yang bisa menjadi contoh penanganan yang dilakukan Bupati dan Forkopimda untuk bisa ditiru oleh Kabupaten lain.

Selanjutnya Mayjen TNI (Purn) Eko Budi  didampingi Kepala BPBD Jember Satuki ke (RSUD) dr. Soebandi Jember untuk melihat kesiapan penggunaan PCR bantuan Gugus Tugas Covid 19 Pusat dan dipandu langsung oleh Direktur RSUD dr. Soebandi Jember dr. Hendro Sulistijono.

Bupati Faida menyambut baik kedatangan Mayjen Purn Eko Budi S, dan bantuan alat PCR, dengan alat ini tidak perlu menunggu lama lagi hasil rapid testnya. “Sehingga, hasil swabnya tidak perlu dirujuk lebih jauh lagi, dan dapat cepat terjawab untuk dirawat atau bisa kembali dengan keluarga,”

“Sudah  ada 150 tenaga medis yang mengikuti pelatihan pengoperasian alat itu secara online, dan sudah bertugas di setiap puskesmas”. tutur Ketua Gugus Tugas Jember dr. Faida, MMR usai  terima kunjungan perwakilan BNPB RI  Mayjend (purn) Eko Budi S..

Bupati mengatakan, alat tersebut lebih mempercepat mengetahui kondisi seseorang yang hasil rapid test-nya reaktif. Begitu diketahui reaktif, langsung dilakukan swab dengan PCR. “Hasil swab-nya tidak perlu dirujuk lebih jauh lagi,” jelasnya.

PCR digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus corona. "dengan menggunakan alat ini, dapat menjawab cepat, apakah pasien boleh pulang atau harus menjalani perawatan lebih lanjut," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, PCR digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus korona. Pemeriksaan dengan alat ini dapat menjawab cepat, apakah pasien boleh pulang atau harus menjalani perawatan lebih lanjut.

Alat itu sangat mendukung pemeriksaan cepat atau rapid test massal di Jember. Operasional alat itu sudah didukung dengan pelatihan tenaga medis, yang dilakukan secara online. Sudah ada sekitar 150 tenaga medis mengikuti pelatihan tersebut.

Petugas di setiap puskesmas, sekitar dua sampai tiga orang, mengikuti pelatihan itu. “Tenaga medis yang bertugas untuk mengambil swab sudah tambah banyak yang dilatih, “Paling penting adalah penegakan diagnosa yang lebih cepat,” tegasnya.

Dari hampir 60 ribu yang rapid massal ada 1000 an yang rekatif ada ada belasan yang positif, dengan adanya swab yang lebih cepat bagi mereka yang hasilnya reaktif, maka dapat segera ditegakkan apa mereka bisa dikerjakan kembali atau dirawat,”

Para petugas disetiap puskesmas, dua sampai tiga orang yang dilatih secara online.  “tenaga medis yang bertugas sudah tambah banyak. Sekitar 150 orang yang mengikuti tes, yang paling penting adalah penagananya diagnosa yang lebih cepat,”jlentreh Bupati perempuan pertama di Jember.

Karena dapat memutus mata rantai dengan trasing siapa kontak eratnya dan menegakkan protokol covid di fasilitas umum seperti pasar, tempat ibadah, pondok pesantren sehingga kehidupan kita bertahap bisa aktifitas kembali.

Direktur RSD dr. Soebandi Jember dr. Hendro Sulistijono, menerangkan, Bantuan alat PCR dari Gugus Tugas Covid-19 pusat pada Pemkab Jember sangat membantu dan mempercepat mendeksi untuk menentukan positif tidak nya pasien.

"Mesin PCR yang open system yang sudah ada berupa close system dimana pemeriksaannya menggunakan tes cepat molekuler (tsm) kemampuannya satu kali, hanya empat. Sedang alat baru ini, memiliki kemampuan satu kali screening 48, jadi dalam sehari bisa mendeteksi 200 simple darah mulai hari Senin 22/6/2020 ready."katanya. (eko/wht/eros)

Berita Terkait Kesehatan

No comments: