"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Friday, 19 June 2020

Pengajian Rutin Malam Jumat Manis Kembali Digelar Bupati Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR kembali menggelar pengajian rutin malam Jumat manis. Kegiatan kali ini di Pendapa Wahyawibawagraha secara virtual.

Meskipun masyarakat (jama'ah) kali ini mengikuti melalui saluran YouTube dan Facebook milik Pemkab Jember, tidak mengurangi antusiasme mereka. Diharapkan acara ini bisa menjaga tali silaturahim yang terbangun melalui pengajian ini.

Dalam kesempatan itu Faida, mengucapkan rasa syukurnya atas kembali digelarnya kegiatan yang sempat vakum beberapa bulan, lantaran pandemi Covid-19 ini. "Alhamdulillah kita bisa bersama kembali untuk bersholawat dan berdoa”, katanya Kamis (18/06/20) malam.

Meskipun berbeda dengan sebelumnya, namun tidak mengurangi rasa syukur kita, Situasi pandemi ini memang berat, tetapi banyak hikmahnya, yang harus tetap di syukuri. “Kita diingatkan kembali oleh Allah SWT, untuk pandai menjaga syukur, serta jaga persaudaraan,” katanya.

Salah-satu hikmahnya, bermunculan kampung tangguh, gotong royong menjaga kebersihan semakin meningkat, dan lebih banyak waktu bersama keluarga. “Mungkin kita diingatkan kembali oleh Allah SWT, untuk pandai menjaga syukur dan jaga persaudaraan,” lanjutnya.

Saat ini kehidupan ditata kembali. Pasar ditata rapih. Fasilitas umum bersih. Orang kesusahan banyak yang menjenguk, lebih sayang satu sama lain. “Terkadang kita diberi sehat, kehidupan yang merdeka di negeri yang damai tidak berasa. Ketika diberi ujian menjadi terasa,” kata bupati.

Salah-satu hikmahnya yaitu bermunculan kampung tangguh, gotong royong menjaga kebersihan semakin meningkat, dan lebih banyak waktu bersama keluarga. “Mungkin kita diingatkan kembali oleh Allah SWT, untuk pandai menjaga syukur dan menjaga persaudaraan,” lanjutnya.

Untuk menjaga rasa persaudaraan maka yang dilakukan adalah saling menguatkan melalui doa dan terus ikhtiar. Untuk bisa selamat dari wabah Covid-19 ini perlu kekompakan bersama, tidak ada yang bisa hidup sendiri-sendiri, saling menguatkan lewat doa-doa serta ihtiar.

“Mudah-mudahan Allah segera mengangkat wabah ini, dan kehidupan kembali seperti sediakala, Hidup harus tetap berjalan. Ikhtiar harus tetap dilakukan. Tawakal dan berdo’a kepada Allah adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan,” pungkasnya. (eko/eros).

Berita Terkait Pemerintahan ,Sosial Budaya

No comments: