"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Friday, 17 July 2020

Dewas PDAM dan PDP Kahyangan Jember Resmi Dilantik

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Wabup Jember Jumat, (17/7/2020) melantik enam orang yang dinyatakan lolos seleksi menduduki Dewan Pengawas (Dewas) PDAM dan  PDP Kahyangan.

Ketua Dewas Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) dijabat Dr H Edy Budi Susilo, MSi. Sekretaris: Yessiana ARIFA, ST, M.Eng dan anggota: Drs H Moh Hasan, MSi.  Sedang Ketua Dewas Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan yaitu Ir Arif Wicaksono, MM.  Sekretaris: Gautama Budi Arundati, SH, LL.M dan Anggota: Ari Faizatisyam Putra Nusantara, SE, AK, MP.

Wakil Bupati, Drs KH A Muqit Arief, berharap Dewas baru ini bisa menambah energi dan membawa sesuatu yang produktif jika pengawasan betul-betul dilaksanakan. “Sehingga, dari hal-hal yang kurang baik jadi lebih baik,” katanya saat Prosesi pelantikan di Pendapa Wahyawibawagraha.

Wabup berpesan, bahwa pelantikan ini supaya tidak hanya formalitas belaka, melainkan momen untuk bekerja keras. Mengabdi bagi Jember dan masyarakat Jember. Pasalnya pengawasan, merupakan sebuah kewajiban agar dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama.

“Pengawas harus bergerak aktif, memonitor dari jajaran direksi hingga staf. Jika ditemukan sesuatu yang tidak produktif, hendaknya diberikan saran dan dilaporkan kepada Bupati untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Karena kedua perusahaan daerah ini harus jadi perusahaan yang sehat dan mendatangkan profit”, katanya.

Ketua Dewas PDP Kahyangan, Ir. Arif Wicaksono, MM, mengaku akan melakukan pengawasan perusahaan, kerja direksi, dan mengevaluasi. “Saya optimis PDP akan lebih baik. Segala prioritas kami akan membuat suatu peningkatan kompetensinya pada level struktur organisasi,” ujarnya.

Bekerjasama dengan jajaran direksi atas petunjuk pemegang saham akan menjadi skala prioritas kerjanya. “Bila SDM tidak kita bangun dengan baik, tentunya perusahaan di dalam tuntutan dinamika bisnis banyak kendala,” ulasnya. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: