"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Tuesday, 28 July 2020

Dua Penjual Masker di Depan PDAM Jember Tewas Diseruduk Mobil

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Akibat sopir ngantuk, mobil jenis Isuzu Panther yang dikendarai Selasa (28/7/20202) pukul 14.45 wib, seruduk dua orang pedagang masker hingga meninggal.

Pasalnya, akibat Kecelakaan, di jalan Trunojo no 73 depan PDAM Jember, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, ini kedua korban itu mengalami luka serius. Seoerang  meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (tkp) mengalami luka-luka di kepala dan sobek di bagian punggung dan satu meninggal dalam perjalanan menuju RSD dr Soebandi Jember.

Kasat Lantas Polres Jember,  AKP Ardi Wibowo melalui Aiptu Argono Danru regu 1 Bariksa, membenarkan bahwa  kecelakaan tersebut melibatkan mobil Isuzu P 312 KL yang dikemudikan oleh Holis (45) warga Dusun Congapan, RT 001/RW 012, Desa Karangbayat, Sumberbaru.

"Mobil Izzu Panther Warna Merah maron itu dengan kecepatan tinggi di TKP oleng ke kiri diduga ngantuk, sruduk trotoar dan menewaskan Arianto Permadani (21) dan Ahmad Solihin (34),"kata Aiptu Argono Selasa (28/7/2020) petang  disela-sela olah tkp.

Dua korban meninggal, yakni pedagang kaki lima penjual masker, Arianto Permadani (21) Warga Jl Melati 4/37 lingkungan Patimura RT 002/RW 030, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates dan Ahmad Solihin (34) warga lingkungan Sawahan jl 6/81 RT 003/RW 019, Kelurahan Kepatihan, Kaliwates.

Menurut Saksi mata Reza, ini bahwa peristiwa itu terjadi  sekitar pukul 14.45 wib, Karyawan PDAM ini mengaku terdengar suara bruak keluar dan mendapati sebuah mobil Panther naik trotoar dan satu korban terjepit dengan luka di kepala dan satu korban lagi dibawah mobil.

"Kedua korban itu adalah penjual masker itu kondisi luka parah di bagian kepala pecah dan patah tulang pungung yang satu terlempar dibawah mobil dinas PDAM, Sopirnya mengaku oleng karena kecapekan dan ngantuk, sehingga tidak bisa mengendalikan pengemudi. (wht).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: