"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Saturday, 19 September 2020

Puluhan Warga Jember Gelar Aksi Menolak Penambangan Tanah Liat

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluhan warga dusun Gumukrase Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, kabupaten Jember, Jawa Timur menolak penambangan tanah liat.

Sebagai bentuk protes kepada penambang. Puluhan warga tampak membentangkan spanduk bertuliskan Warga Menolak Penambangan yang dibubuhi tanda tangan warga. Mereka menilai aktivitas itu menimbulkan kerusakan alam dan berdampak pada lingkunagan.

"Penambangan dilakukan oleh seorang pengusaha dan pekerjaannya dilakukan malam hari, seperti slintut slintutan itu sekitar pukul 02.00 WIB atau pukul 03.00 WIB dini hari." Ujar Ribut, salah satu warga kepada sejumlah awak media, Sabtu (19/9/2020).

Di tanya perihal surat peberitahuan kepada warga bahwa akan dilakukan penambangan Ribut mengatakan tidak ada, bahkan penambangan tersebut sudah berjalan selama satu bulan. "Memang dulu ada, tapi tidak jadi," Ucapnya

Ribut mengaku sudah lapor kepada Kasun dan Kades." Keduanya menjawab tidak tahu, Malah saya di suruh menanyakan ke pemilik tanah dan dulu sempat warga di suruh tanda tangan dan diberi uang, dengan alasan uang ganti debu. Tapi tidak diterangkan, kalau ada penambangan," jelasnya

Hal senada disampaikan Hadiyanto, proses penambangan, katnya pakai alat berat, kendaraan penngangkut berlalu lalang tiap malam. "Alat berat datangnya malam saat warga (orang) sedang tertidur dan langsung beroperasi diluar jam kerja," terangnya.

Kalau memang penambangan itu berijin dan sepengetahuan kepala desa harusnya kepala desa koordinasi karena dampaknya ke warga sekitar. " Tidak begini caranya, saya dan warga menolak adanya pertambangan ini." pungkasnya.

Sementara, pihak pengusaha sedang tidak ada ditempat,  dan Kepala Desa Kemuning kidul Dewi kholifah juga belum bisa memberikan keterangan terkait keluhan warga, lantaran saat dihubungi melalui ponselnya, hingga berita ini dipublikasikan masih belum ada jawaban. (yond)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: