"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Sunday, 17 January 2021

Anggota DPRD Jatim Minta Pemerintah Cari Solusi Atasi Banjir Musiman di Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan pihak terkait untuk mencari solosi atasi Banjir musiman yang terjadi di Jember.

Pasalnya pengerukan sungai dan sejumlah bantuan, seperti makanan, pakaian, obat-obatan serta bantuan lain  itu sifatnya hanya sementara, guna mengurangi beban para korban banjir. Sementara banjir ini terus terulang setiap tahun ketika musim hujan tiba bahkan sudah terjadi puluhan tahun.

“Untuk itu perlu solosi, agar banjir serupa tidak terulang” Kata Anggota DPRD Jatin Hari Putri Lestari usai mengunjungi Dapur Umum di lokasi banjir dan memastikan Bantuan Dinsos, BPBD dan Tagana Pemprov Jatim sampai di Desa Wonoasri, kecamatan Tempurejo, Minggu (18/1/2021).

Menurut anggota legislatif Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang akrap disapa HPL ini bahwa jika tidak segera dicarikan solosi, maka hanya  menjadi bantuan rutin tahunan yang sia-sia, karena tidak menyelesaikan masalah.

“Untuk itu Kades setempat perlu duduk bareng bersama Bupati Jember yang baru, Pemrov Jatim, jika perlu Pemerintah Pusat, apakah perlu sungai alternarif, bendungan atau Embung (Penampungan air)”, harap anggota komisi E DPRD Pemprov Jatim dari Dapil V (Jember-Lumajang) ini.

Meskipun banjir mulai redah, posko makanan, dan bantuan lain dari Dinsos Jatim, BPBD Jatim dan BPBD Jember, Tagana dan relawan sosial masih berjalan hingga banjir benar-benar redah, pasalnya hujan dengan curah tinggi masih mengancam sampai akhir Januari hingga Awal Pembuari 2021.

Dalam kesempatan itu Mantan Aktivis buruh perempuan ini mengaku juga dapat keluhan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember minimnya mobil tangki air untuk distribusi air bersih disaat banjir dan kemarau. "Soal Mobil Tangki Air, nanti akan kita teruskan ke dinas terkait", janjinya.

Diberitakan bahwa akibat curah hujan intensitas tinggi, selama tiga hari,hingga tanggal 15 Januari 2021, ratusan rumah warga di 5 kecamatan dilanda banjir mencapai 1 hingga 2 meter, hingga ke kecamatan berdekatan. Akibatnya ratusan warga harus mengungsi.

Masing-masing yakni Kecamatan Tanggul, Gumukmas, Puger, Bangsalsari dan Tempurejo. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Tagana dan para relawan kebencanaan langsung melakukan evakuasi kepada warga yang terdampak banjir. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: