"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Friday, 22 January 2021

Naiknya Harga Daging Sapi di Jakarta Tak Berpengaruh di Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Naiknya harga daging sapi di DKI Jakarta tidak berpengaruh di Pasar Tradisional kabupaten Jember, Jawa Timur, harganyapun  masih tergolong normal.

Diketahui harga daging sapi di DKI satu kilogram mencapai Rp 130.000. Akibatnya Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia (APSI) DKI Jakarta mengadu kepada Staf Kepresidenan (KSP) agar bisa bertemu presiden Joko Widodo untuk mencari solusinya.

Para Pedagang mengaku menjerit lantaran harga daging sudah naik sejak empat bulan terakhir. Sehingga mereka berkirim surat ke Provinsi DKI Jakarta dan Kementrian Perdagangan dan Pertanian ke kantor Staf Pepresidenan, jika tidak ditanggapi, mereka  mengancam mogok dagang.

Kenaikan itu tidak berpengaruh di Jember. "Iya memang di Televisi beritanya naik bahkan pasokan berkurang, tapi disini  masih normal kisaran 110.000 hingga 120.000," ujar Haryati, salah seorang pedagang Pasar Tanjung Jember, saat ditemui dilapaknya Jumat (21/1/2021) lalu.

Menurutnya, melonjaknya harga biasanya di hari tertentu, menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri (Prepekan ; red Jawa). "Biasanya harga itu naik saat Prepekan, karena permintaan saat banyak, kalau tahun baru dan hari biasa tidak berpengaruh," Ucapnya

Pasokan daging kata Haryati juga masih lancar dan pelanggan juga tidak berkurang. "Kalau pasokan, kita menyembeleh sendiri bekerja sama dengan penjual sapi. Ya namanya jualan kadang rame kadang sepi, Alhamdulillah pembeli tetep tidak berkurang," Tuturnya

Haryati berharap harga tetap normal. Sehingga Pelanggan yang hendak membeli tidak merasa takut. " Mudah-mudahan tetap seperti ini stabil serta pasokan daging tetap ada, supaya pengunjung pasar tidak ketakutan saat membelinya dan tidak kecewa," Tandasnya. (Naw).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: