Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Rektor UIJ : Gelar Akademik Bukan Tanda Belajar Telah Usai

Majalah Gempur
Selasa, 18 Agustus 2026, 20.03 WIB Last Updated 2026-08-18T13:03:06Z


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com -
Wisuda bukan garis akhir perjalanan seorang sarjana. Justru, momen tersebut menjadi awal untuk mengamalkan ilmu sekaligus terus belajar di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Islam Jember (UIJ) Ahmad Halid saat prosesi Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister UIJ 2026 di Gedung New Sari Utama, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/8/2026).

Ahmad Halid mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik yang diperoleh bukan sekadar pencapaian pendidikan. Gelar tersebut sekaligus menjadi pengingat agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah meninggalkan bangku kuliah.

“Gelar akademik adalah pengingat untuk terus belajar, berkontribusi, dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Dan itu baru saja dimulai,” ujar Ahmad Halid kepada para wisudawan.

Menurutnya, wisuda merupakan fase peralihan. Para lulusan tidak lagi hanya berhadapan dengan teori dan tugas akademik, tetapi memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.

Karena itu, para wisudawan disebut tidak hanya membawa ijazah ketika meninggalkan kampus. Mereka juga membawa tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu dan menjaga nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

“Hari ini wisudawan dan wisudawati tidak hanya dinyatakan lulus, tetapi juga sedang menerima amanah keilmuan, amanah moral, dan amanah kemanusiaan,” tegasnya.

Pesan serupa disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember KH Abdullah Syamsul Arifin. Ia meminta lulusan UIJ mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa kehilangan akar nilai keislaman dan pesantren.

Pria yang akrab disapa Gus Aab itu menyebut lulusan UIJ harus mampu menjadi generasi emas dengan karakter khas. Menurutnya, kecakapan digital perlu berjalan beriringan dengan kekuatan ideologi Islam pesantren.

“Apa itu generasi emas versi Universitas Islam Jember? Tangguh di langit digital, namun kokoh berakar di bumi pesantren. Itu yang harus dimiliki,” ujar Gus Aab.

Ia juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater setelah terjun ke tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama berada di kampus diharapkan dapat diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat.

“Selamat berjuang di medan yang sesungguhnya. Kibarkan panji-panji kebenaran Islam yang rahmatan lil alamin,” tuturnya.

Wisuda UIJ 2026 pun menjadi momentum bagi para lulusan untuk membuka babak baru. Gelar akademik menjadi bekal, sementara proses belajar, pengabdian, dan kontribusi kepada masyarakat menjadi perjalanan yang harus terus dijalani. (Rozi/Wahyu)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rektor UIJ : Gelar Akademik Bukan Tanda Belajar Telah Usai

Terkini