"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Selasa, 27 November 2012

Pantai Teluk Hijau, Surga Wisata Alam Yang Masih Perawan

Banyuwangi, MAJALAH GEMPUR.Com. Pantai Teluk Hijau, panorama alam yang masih perawan. Rasa lelah terasa hilang saat menikmati indahnya pemandangan dan hembusan angin.


Beberapa wisatawan yang datang di tempat itu, biasanya menyempatkan diri naik ke atas bukit, sehingga bisa menikmati Teluk Hijau secara keseluruhan. Dengan begitu, keindahan alam yang masih perawan ini akan terasa semakin dapat memanjakan mata.

Suguhan pemandangan yang juga tak kalah menariknya dengan pantai yang sering disebut Green Bay ini juga tidak boleh ditinggalkan. Karena lokasinya tidak jauh dari pantai tersebut seperti Gua jepang, pantai Rajegwesi, dan pantai Sukamade.

Di pantai yang dijadikan zona pemanfaatan intensif pengamatan telur penyu dan pelepasan tukik, pantainya tenang. Di tempat ini, kita bisa menikmati pemandangan alam nan indah. Hembusan angin yang sejuk, berpadu dengan udara segar pantai.

Lokasi Pantai Hijau atau Green Bay yang berjarak kurang lebih 97 Kilometer dari arah barat daya kota Banyuwangi berada didalam kawasan Taman Nasional Meru betiri (TNMB), masuk Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Lokasinya kurang lebih dua kilometer dari pantai Rajegwesi.

Jika dari arak Kota Genteng, Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai 80 Kilometer. Rute perjalanan kearah kota Jajag, Kecamatan Gambiran. Setelah itu menuju arah Kecamatan Pesanggaran melewati kecamatan Bangorejo dan kecamatan Siliragung. Ketika tiba di kecamatan Pesanggaran, langsung menuju Desa Sarongan dan seterusnya menuju arah Taman Nasional Meru Betiri.

Untuk menuju Pantai Ijo, para wisatawan mulai disuguhi panorama yang sangat menarik karena rutenya melewati Pantai Rajegwesi. Beberapa Kilometer menjelang Pantai, suasana alami disepanjang perjalanan mulai terasa karena sudah berada dikawasan TNMB. Nyaringnya kicauan burung-burung yang saling bersahutan akan menambah semangat perjalanan kendati medannya cukup terjal dan berbatu.

Memang perjalanan sangat menegangkan, karena harus menyusuri hutan, bahkan untuk menuju ke Teluk Ijo, harus menuruni tebing yang sangat curam melewati jalan setapak sejauh 1 Km dengan berjalan kaki hingga menemukan petunjuk bertuliskan jalan kurang 600 m lagi.  Arah tersebut menuju pantai, dan masih harus berjalan sepanjang pesisir sampai Pantai ‘Teluk Damai’ yang penuh dengan batu-batuan sebesar kepalan tangan.

Tantangan masih belum usai, perjalanan harus jatuh bangun dalam melewati medan berbatu tersebut bahkan masih dihadang lagi oleh tebing yang sangat tinggi. Namun disitu ada jalan setapak yang kondisinya sudah hampir tertutup semak di sebelah tebing.

Namun setelah meneluri sekitar 100 meter, akhirnya sampailah perjalanan yang sangat melelahkan itu di Pantai Teluk Ijo. Disitulah kita akan terpesona akan kebesaran Tuhan (Allah SWT). Kalimat pertama yang mungkin terucap adalah puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bercampur kegembiraan yang tiada terkira mengingat indahnya panorama yang disuguhkan oleh Pantai Hijau.

Sehingga tanpa disadari, rasa lelah seketika akan hilang karena tergantikan oleh pemandangan yang sangat luar biasa. Hamparan pasir putih yang bersih, air laut yang bening bagaikan kaca tembus pandang, juga terdapat air terjun dari dinding tebing di sebelah barat pantai setinggi 8 meter dan silir angin menambah indahnya Pantai Teluk Ijo. Panorama yang masih murni alami tanpa rekayasa manusia, terhampar sepenuhnya di pantai yang lokasinya terpencil itu. (Hakim Said)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: