Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Bawa Nama Presiden Prabowo, Tokoh Madura Kecam Penipuan Umroh Rp435 Juta dan Desak Kapolri Tegakkan Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026, 12.26 WIB Last Updated 2026-02-21T05:26:52Z

 Pamekasan - Sebanyak 24 jemaah umroh asal Madura diduga menjadi korban penipuan perjalanan ibadah yang menyeret nama Haji H B. Total kerugian yang dialami para jemaah ditaksir mencapai sekitar Rp435 juta. Saat ini, seluruh jemaah dilaporkan masih berada di Kota Mekkah, Arab Saudi, untuk menjalankan rangkaian ibadah umroh. Namun, mereka belum dapat kembali ke Tanah Air karena terkendala tiket kepulangan.


Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat, khususnya di Madura dan Jawa Timur. Sorotan publik semakin menguat setelah kabar tersebut ramai diberitakan di berbagai media dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.


Menanggapi persoalan tersebut, tokoh masyarakat Madura yang juga Pengurus Organisasi Pemuda Madura serta aktivis pemuda Jawa Timur, Haji Husnul Arifin Mansur, menyampaikan kecaman keras. Ia menilai peristiwa ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele karena menyangkut kepentingan dan keselamatan banyak orang.


“Saya mengecam keras dugaan penipuan ini. Ini bukan hanya soal uang, tetapi menyangkut ibadah dan nasib 24 jemaah yang saat ini masih berada di Tanah Suci,” tegas Haji Husnul Arifin Mansur kepada awak media.


Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera bertindak cepat dan tegas agar permasalahan tidak berlarut-larut. Ia secara langsung meminta perhatian Kapolri dan seluruh jajaran kepolisian untuk segera turun tangan menangani kasus tersebut.


“Saya berharap kepada Bapak Kapolri dan seluruh aparat penegak hukum agar segera memproses kasus ini. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum di negeri ini,” ujarnya.


Haji Husnul juga menegaskan bahwa tindakan tegas sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia menyebut, jika benar terjadi unsur penipuan, maka pelaku harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.


“Kalau memang ada unsur penipuan, pelaku harus segera ditangkap dan diproses secara hukum. Tidak boleh ada pembiaran. Ini menyangkut kerugian orang banyak,” katanya dengan nada serius.


Ia juga mengaitkan persoalan ini dengan komitmen pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang, menurutnya, menekankan pentingnya penegakan hukum secara tegas.


“Pemerintahan sekarang di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menegaskan hukum harus ditegakkan setegas-tegasnya. Maka aparat harus membuktikan komitmen itu dengan bertindak cepat dalam kasus ini,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Haji Husnul menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi para jemaah yang tertahan di Arab Saudi. Ia meminta semua pihak terkait untuk segera mencari solusi agar para jemaah dapat dipulangkan dengan selamat.


“Saya juga meminta agar ada langkah konkret untuk memastikan para jemaah bisa segera kembali ke Tanah Air dengan aman. Keselamatan dan kenyamanan mereka harus menjadi prioritas utama,” tuturnya.


Ia menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih penyelenggara perjalanan ibadah. Namun, fokus utama saat ini, katanya, adalah penyelamatan dan kepulangan para jemaah.


“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana 24 jemaah itu bisa segera pulang. Setelah itu, proses hukum harus berjalan transparan dan tegas,” pungkas Haji Husnul Arifin Mansur. - RCX



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bawa Nama Presiden Prabowo, Tokoh Madura Kecam Penipuan Umroh Rp435 Juta dan Desak Kapolri Tegakkan Hukum

Terkini

Close x