"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 09 Oktober 2014

Korem 081/DSJ Gelar TMMD Ke 93 Di Dua Lokasi

Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Mar Ivan A.R.Tutus SH
Madiun, MAJALAH-GEMPUR.Com. Korem 081/DSJ Madiun Jawa Timur Kamis (9/10) melaksanakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-93. Upacara Pembukaan TMMD ini digelar di dua tempat secara bersamaan.

Kegiatan yang digelar bersamaan di 61 Wilayah Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia ini dibuka oleh Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Mar Ivan A.R.Tutus SH, membuka di wilayah Kodim 0810 Nganjuk, sedangkan Kol Laut Muklis ST,MM (Kadep Elektronik AAL) membuka di wilayah Kodim 0805/Ngawi.

Kegiatan ini merupakan program kerja TNI untuk masyarakat yang tahun ini sudah memasuki tahun ke-37 pada tahapan yang ke-93. Untuk Upacara Pembukaan TMMD Ke-93, dipusatkan oleh TNI Angkatan Darat di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, yang menjadi wilayah binaan Kodim 1009/Pelaihari Korem 101/Antasari Kodam VI/Mulawarman.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Mar Ivan A.R. Tutus SH, yang selaku Irup, Kasad Jendral TNI Gatot Nurmantyo, selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD Diantaranya menyampaikan bahwa Program TNI Manunggal Membangun Desa telah dimulai sejak tahun 1980 dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD).  Program ini  berubah menjadi TNI  Manunggal  Membangun Desa (TMMD), setelah era reformasi, akibat adanya TAP MPR yang memisahkan Polri dari TNI.

Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama lebih dari 34 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.  Program TMMD masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, daerah tertinggal, terpencil dan terisolir, sehingga  keberadaan TNI untuk membangun sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah itu masih sangat relevan. 

Seirama dengan tekad pemerintah untuk memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan, maka pola pendekatan TMMD tersebut, sungguh sangat sinkron, dan sekaligus selaras dengan upaya pemerintah mengembangkan mekanisme bottom up, sebagai alih kendali pembangunan yang selama ini bersifat top down.

Dalam hubungan Tut Wuri Handayani dengan bottom up, maka yang utama adalah bagaimana masyarakat desa bisa mendefinisikan keperluan dan kepentingannya sendiri, sehingga proses pembangunan benar-benar dari, oleh dan untuk masyarakat yang bersangkutan secara lebih konkrit lagi, yang kesemuanya itu akan berdampak positif bagi pembangunan pertahanan negara yang tangguh.

Dalam proses pemikiran TNI, untuk mendukung terwujudnya pertahanan negara di daerah yang tangguh, TNI berketepatan memilih TMMD sebagai salah satu bentuk pengabdian, disamping sebagai upaya TNI melestarikan nilai sejarah, terutama nilai Kemanunggalan TNI - Rakyat.

Dari sisi tersebut, maka TMMD dapat dipandang dari dua segi, yakni Pertama, secara substansial TMMD merupakan thesis keterlibatan TNI dalam pembangunan pedesaan. Kedua, dari sisi perakitan atau formulanya, merupakan lompatan metodologi pembangunan, yang mengacu kepada kesederhanaan, kebersamaan dan koordinasi lintas sektor fungsi dari beberapa instansi/lembaga.

                Hal tersebut sejalan dengan tema TMMD tahun ini, yaitu  ”Dengan Program TNI Manunggal Membangun Desa, TNI bersama-sama Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah dan Seluruh Komponen Bangsa lainnya, Kita Optimalkan Pembanguna di Pedesaan Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

Oleh karenanya, mari kita optimalkan tugas mulia ini, sebagai salah satu langkah nyata untuk mewujudkan serbuan teritorial dengan tujuan merebut hati rakyat, sehingga TNI dapat menjadi prajurit sejati, profesional, selalu mencintai dan dicintai oleh rakyatnya. Kesemuanya itu, semata-mata untuk pembangunan Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. Untuk itu, berbuatlah yang terbaik, dengan berani, tulus dan ikhlas, serta tetap semangat. Tegas Kasad.

Khusus di wilayah Korem 081/DSJ, TMMD tahun ini dilaksanakan di wilayah Kodim 0810/Nganjuk dan Kodim 0805/Ngawi tepatnya untuk Kodim Nganjuk di Ds. Pandean  Kec. Gondang Kab. Nganjuk sedangkan Kodim 0805/Ngawi di Ds. Mendiro Kec. Ngrambe Kab. Ngawi, adapun  yang menjadi target sasaran pembangunan dalam TMMD ke-93 ini, diantaranya peningkatan jalan dari jalan tanah menjadi jalan makadam dan rabat beton, pemasangan buis gorong-gorong, rehab rumah penduduk, rehab masjid, seta rehab mushola.

Turut hadir dalam Upacara tersebut Para Pejabat Sipil dilingkungan Kab. Nganjuk dan Ngawi, Komandan Korem 081/DSJ, Kasrem 081/DSJ, para Kasi Korem, para Dandim jajaran Rem 081/DSJ, Dan/Ka Satdisjan wilayah Rem 081/DSJ, serta Jajaran Polri di lingkungan Polres Nganjuk dan Ngawi.

Rangkaian upacara pembukaan TMMD ke-93 diisi dengan penampilan kesenian Reog, peninjauan lokasi dan pengguntingan pita serta  penanaman pohon oleh Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Mar Ivan A.R. Tutus SH, didampingi Kasrem 081/DSJ Letkol Czi Djoko Wibowo serta para pejabat yang hadir, dan penyerahan secara simbolis peralatan kerja kepada perwakilan dari TNI dan masyarakat. (Midd/penrem)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: