"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 23 Oktober 2014

Tak Manfaatkan Produk Lokal, Proyek Trotoar Disoal

(Foto (Bapekab) ; Pekerja Batu Piring Jember
Jember, MAJALAH-GEMPR.Com. Proyek Pemasangan paving trotoar DPU Cipta Karya dan Tata Ruang mendaoat reaksi LSM Government Corruption Watch (GCW). Pasalnya Pemkab proyek tersebut tidak memanfaatkan produk local.

Mereka menyayangkan bahan yang di gunakan dengan menggunakan uang rakyat sebesar 3 milyart lebih ini tidak memanfaatkan potensi dan produk local. yang memiliki warga Jember seperti batu piring di kecamatan Kalisat, Jelbuk, Mayang dan Pakusari.

“Proyek paving trotoar yang dilaksanakan oleh Cipta Karya tidak salah namun kurang tepat dan sangat disayangkan tidak menggunakan bahan alam produk local Jember yang sudah menembus pasar luar negeri yakni Batu Piring, “ katan Andhy Sungkono saat di temui wartawan Kamis (23/10)

Masih kata Andik sapaan akrabnya, “ seharusnya sejak awal saat perencanaan baik dalam pembahasan RAB, baik Konsultan maupun pihak Cipta Karya memasukkan produk local Sumber Daya Alam Jember yaitu Batu Piring untuk bahan trotoar pengganti paving lama, “ujarnya.

Lebih lanjut Andik menjelaskan Batu Piring atau Lava Andesit yang termasuk bahan Galian C merupakan produk local Jember yang banyak tersebar di beberapa tempat kecamatan di Jember antara lain Kecamatan Sumbersari, Pakusari, Ledokombo, Sukowono, Sumberjambe, Jelbuk, Kalisat, Mayang.

Batu Piring yang ada di Jember umumnya berupa gunung batu yang setelah ditambang dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan pasar. Batu piring yang telah diproses ini selanjutnya dimanfaatkan untuk berbagai barang kebutuhan sesuai pesanan seperti mebelair meja dan kursi), penghias dinding tembok, pagar (banyak digunakan di Jepang dalam bangunan rumah karena dinilai kuat dan tahan gempa).

Komponen bahan bangunan rumah baik interior maupun eksterior seringkali juga memanfaatkan bahan tambang ini karena bila cuaca panas maka ruangan sejuk dan sebaliknya, tidak licin dan tidak lumutan serta tahan selama bertahun-tahun. Limbah batu piring ini juga masih bias dimanfaatkan sebagai bahan batu cor.

Andik menduga, “bahan trotoar dari keramik yang lebih mahal di bandingkan Batu Piring ada permainan harga ataupun diskon yang menguntungkan pihak-pihak tertentu. Padahal dibandingkan Batu Piring keuntungannya harga ekonomis karena lebih murah, awet dan memiliki nilai keindahan serta mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar tambang Batu Piring, “ pungkasnya (Midd)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: