"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, January 8, 2015

Dikepung Warga, Pencuri Cabe Akhirnya Menyerah

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Setelah dikepung warga hingga berjam-jam dan dikeroyok masa saat mencuri cabe di tengah sawah, seorang pemuda asal Desa / Kecamatan Gumukmas, RT 02 RW 9, akhirnya menyerahkan diri ke polisi.


Kapolsek Gumukmas melalu Kanit Reskrim Polsek Gumukmas Aiptu Iwan Ismanto, pihaknya mendapatkan laporan Kamis (8/1) dini hari dari warga yang mengepung tersangka. "Petugas kami yang patroli langsung kelokasi kejadian. Ternyata setelah ada petugas, pelaku menyerah setelah sembunyi di selokan sawah," ungkapnya.

Beruntung, warga yang mulai geram dengan ulah Pemuda yang diketahui bernama Imron tersebut, bisa diredam dan akhirnya Imron bisa diamankan ke Mapolsek Gumukmas. "Karena rawan amuk masa, pelaku kami amankan ke Mapolsek dan telah kami tetapkan menjadi tersangka," kata Iwan.

Imron saat ditemui di ruang pemeriksaan Mapolsek Gumukmas, terang-terangan mengaku sudah mencuri lima kali di dua lokasi berbeda. Katanya, sekali mencuri dia bisa menjual cabe curian hingga Rp 400 ribu. "Uangnya saya buat senang-senang. Kalau jualnya di pasar," aku pemuda berumur 24 tahun itu.

Kata Imron, sebelum beraksi pada malam hari, siang harinya dia terlebih dahulu melakukan survei, untuk mencari cabe yang siap panen. "Kalau tidak disurvei dulu, kwatir terlanjur sudah kesawah trus cabenya masih muda," katanya.

Dia mengaku terpaksa menyerahkan diri, karena selain kawatir dikeroyok warga, motor matic yang dibawanya untuk mencuri terlebih dahulu ditangkap warga. "Saya takut motor saya dirusak. Karena motor saya terlebih dahulu diamankan warga," ujarnya.

Bagong, salah seorang warga setempat menuturkan, jika pelaku tidak melakukan aksinya sendirian, melainkan ada pelaku satu lagi yang lari tunggang langgang ketika di kepung warga. (Ruz/mif)

Berita Terkait Kriminal

No comments: