"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, November 30, 2015

Tiga Santri Alfalah, Jadi Korban Penganiayaan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tiga santri Ponpes Al Falah Karangrejo, Silo Rizal (15), Azis (14) dan Faizol (16) Minggu malam (29/11) jadi korban penganiayaan, diduga dilakukan tim pemenangan salah satu paslon Bupati Jember.

Kondisi tiga korban dibawah umur ini, cukup parah bahkan dua diantaranya hingga Senin siang (30/11), tak sadarkan diri membuat keluarga membawa kasus ini ke polisi dan menuntut untuk dilakukan penanganan kasusnya hingga tuntas.

Kejadian ini berawal saat korban bersama dua rekannya sedang berjalan usai bermain, lantaran iseng salah-satu korban merobek Alat Peraga Kampanya (APK) berupa poster yang terpasang di tembok tepi jalan desa setempat. Namun aksi mereka justru mengundang reaksi simpatisan salah salah satu pasangan calon bupati Jember.

Kejadian ini Menurut Mulyadi, pada hari Jumat malam, “Seorang murid yang duduk di bangku kelas dua MTS Al Falah bernama Rizal, 15 tahun tiba-tiba di keroyok sejumlah orang warga Desa Pace, kecamatan Silo karena yang bersangkutan dianggap merusak Pamflet paslon nomor urut satu”. Jelasnya

“Malam harinya sekitar 7 orang fatang dn kembali menganiaya dua orang anak lainnya. Kali ini giliran Azis, 15 tahun murid kelas 2 MTS Al Falah dan Faisol, 17 tahun murid kelas 2 MA Al falah, saat keduanya baru pulang dari bermain game di salah satu warnet yang tidak jauh dari asrama pondokan mereka”. Katanya

Mereka dituduh merusak gambar yang dipasang di piggir jalan. Tidak puas dipukuli di pinggir jalan, keduanya lalu di bawa masuk ke dalam Pesantres Al Falah dan kembali mendapat penganiayaan.  “Dua orang murid Al Falah ini bahkan sampai tidak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan medis di RS Kalisat”. Tambahnya

Untuk itu, dirinya mendatangi unit PPA Polres untuk melaporkan penganiayaan terhadap 3 anak di bawah umur yang di duga dilakukan oleh sejumlah orang yang merupakan simpatisan dan anggota tim pemenangan salah satu paslon bupati dan wakil bupati Jember.

Terkait persoalan ini pihaknya berharap  pihak kepolisian dapat  mengusut tuntas kasus tersebut. Pasalnya dengan mengatasnamakan pihak manapun, tidak ada orang yang berhak melakukan  aksi main hakim sendiri yang dampaknya dapat membahayakan nyawa orang lain. (Edw)

Berita Terkait Kriminal

No comments: