"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, December 16, 2015

Dua Bulan Terakhir Polres Lumajang Panen Tangkapan

Lumajang, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dua  bulan terakhir, aksi perampokan, begal, dan pencurian dengan kekerasan, semakin menggila, banyak kejadian mengerikan tapi berhasil ditangkap oleh Polres Lumajang.

Di Dusun / Desa Taman Ayu, RT 16 RW 06, Pronojiwo misalnya, seorang pria bernama Eko Yuswanto harus menjadi korban perampokan di rumahnya, 9 Desember 2015 lalu. Satu unit motor Yamaha Vega R tahun 2008 warna biru Nopol N2716 ZC, uang Rp 12 juta, 2 sak cengkeh berat 79 kg, dibawa gerombolan perampok.

Modusnya, para pelaku masuk ke rumah korban layaknya seperti tamu. Setelah masuk mereka langsung mengalungkan celurit ke leher korban, kemudian langsung mengikat tangan dan menutup mulutnya dengan lakban, Setelah itu, gerombolan perampok sadis ini menggasak semua barang berharga milik korban,

Karena dalam kondisi terikat dan mulutnya ditutup, maka sang korban tidak bisa berteriak, apalagi melawan, “Jika ditotal, barang yang disikat jumlahnya mencapai Rp 25 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Tinton Yudha Riambodo, di hadapan para wartawan, Rabu (16/12) siang.

Kemudian, berkat kesigapan para aparat kepolisian, setelah mendapatkan laporan atas kejadian tersebut, langsung melakukan penangkapan Para tersangka yang berhasil ditangkap adalah Andre (27) Warga Dusun Sumberwulu, Desa Ori-Oro Ombo, Pronojiwo, Buari (26), warga Taman Ayu, Pronojiwo, Rusmadi (30), Dusun Sumberwulu, Desa Oro-Oro Ombo Pronojiwo. Sedangkan MI, warga Sumberurip Pronojiwo, masih buron (DPO).  
   
Kemudian curas (pencurian dengan kekerasan) terjadi di Jl. Raya Taman Prayuana/ depan Kantor Pertanian Desa Klakah, pada 1 Desember 2015, sekitar pukul 13.30 WIB. Yang menjadi korban curas bernama Nurhalima (20), warga Desa Gedangmas, Randuagung.

Diceritakan, pada saat korban mengendarai sepeda motor berwarna putih tahun 2015 Nopol N5746 UL, sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Raya Prayuana, tiba-tiba 2 pelaku dari arah belakang membuntuti dan menabrak korban hingga jatuh, Setelah jatuh si pelaku langsung mengancam dengan celurit, “Karena takut, korban menyerahkan sepeda motornya. Pelaku juga mengambil HP Oppo dan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta dari korban,” tukasnya,

Kasat Reskrim Polres Lumajang. Setelah itu, sekitar pukul 18.00 WIB, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Klakah. Dari berbagai informasi yang didapat, Resmob Polres Lumajang, berhasil menangkap pelaku di rumahnya, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah dan menyita barang bukti (bb) yang hilang, Pelaku perampasan ini bernama Agus Sulaiman, sementara RM yang mengancam dengan celurit, belum berhasil ditangkap.

Kemudian peristiwa lain, pada tanggal 20 Nopember 2015, sekitar pukul 02.30 WIB, aksi brutal perampok terjadi di Desa Karanglo, Kunir. Tidak tanggung-tanggung dan sangat sadis Ketiga perampok ini masuk ke rumah korban Anang, S.Pd dan langsung melayangkan celuritnya ke kepala dan dan tangannya hingga mengakibatkan korban terjatuh dan tak bisa melakukan perlawanan, Khawatir akan melakukan perlawanan, para pelaku mengikat kedua tangan korban,“ Dengan leluasa mereka menjarah barang-barang milik korban. Ada perhiasan, uang, sepeda motor, HP dan barang-barang lainnya,” tukasnya.

Total kerugian korban akibat perampokan ini mencapai sekitar Rp 41 juta, Tak lama kemudian setelah aksi itu, polisi berhasil meringkus pelaku yang bernama Joni Andriani dan Tri Slamet,sementara pelaku berinisial SK, SR, BR, NI, dan MO, kabur dan masih dalam pengejaran alias DPO.

Barang bukti yang disita  dari tangan tersangka Slamet adalah HP korban, sedangkan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor China dengan kondisi protolan, 1 unit sepeda motor Honda Beat dan HP korban ada di tersangka Joni, “ Tapi HP nya sudah dijual. Sementara untuk bb celurit  dan sepeda motor Vario ada di  BR yang masih DPO. 2 tersangka yang ditangkap sudah bagi-bagi hasil kejahatannya, Masing-masing mendapatkan Rp 900 ribu,”paparnya. Atas perbuatannya mereka dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

AKP Tinton,panggilan akrabnya, juga merelease aksi pencurian sepeda motor Beat warna putih tahun 2012, Nopol N 5882-U milik Mohammad Suwarno (41), warga Dusun Dampar, Desa Bades Pasirian, 26 September 2015 (sekitar pukul 15.30 WIB).

Rupanya, para pelaku ini merupakan kelompok tua yang lama tak beraksi. Setelah menerima laporan adanya perampokan, polisi pun bergerak untuk mengungkap dan menangkap para pelaku, Data dan bukti permulaan dikumpulkan, dan pada 2 Desember 2015-atas informasi warga-  Sanam Purwanto (35), warga Dusun Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian dan Mulyadi (19), warga Dusun Rekasan, Desa Bago Pasirian (tertangkap dalam berkas lain) ditangkap oleh Resmob Polres Lumajang dan Unit Reskrim Polsek Pasirian. (yond)

Berita Terkait Kriminal

No comments: