"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, September 15, 2016

Rahasia Panjang Umur Kakek Berusia 147 tahun

Jember,  MAJALAH-GEMPUR.Com. Meski berusia lanjut, Haji Kustir (147 tahun), masih sehat dan beraktifitas sebagai petani di sawah. Entah tahun berapa ia lahir, namun pada jaman Ratu Helmina dirinya mengaku sudah remaja.

Dirinya mengaku sudah tidak ingat pada tanggal dan tahun berapa dilahirkan, namun seingatnya pada jaman Ratu Helmina (Ratu Kerajaan Belanda) yang saat itu sedang menjajah ‘Jawa Dwipa’ kala itu, pulau jawa (Indonesia) ia sudah sudah besar.

“Saya masih nutut pada jaman Ratu Helmina, waktu itu Presiden Soekarno masih kecil, saya bukan tentara, tetapi saya saksi hidup saat negara ini terjajah belanda, waktu itu kita harus bayar upeti kalau panen,” katanya, saat ditemui dirumahnya, Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Kamis siang (15/09).

“Semua Allah yang ngatur, yang penting berdoa dan ikhtiar, rajin silaturohmi, sodaqoh, Jujur, jangan zu’udzon, dan apa yang kita lakukan semata-mata karena nilai ibadah, jangan pernah minta penilaian manusia, manusia mau nilai apa terserah,” katanya saat ditanya rasia panjang umurnya.

Bapak 5 anak ini dikenal di masyarakat sebagai sesepuh kampung setempat, yang ringan tangan dan suka berbagi serta disenangi tetangga. “Malah anak saya yang sudah sepuh dulu, jauh lebih sehat saya, ya itu tadi, kalau nasehat saya itu dijalankan dan dipegang InsyaALLAH damai hidup ini,” katanya.

Dirinya berangkat haji sekitar tahun 1946 dengan menggunakan kapal laut, dengan perjalanan sekitar 1 bulan untuk mencapai kota Suci Mekah. Hal itu terbukti dari piagam Haji yang dikeluarkan oleh pemerintah kala itu, yang terpampang menggantung di tembok rumahnya.

“Saya dulu waktu berangkat Haji naik Kapal Laut, sekitar satu bulan untuk sampai ke Kota Suci Mekah, kalau sekarang kan enak, bisa naik pesawat, saya dulu berangkat haji naik delman menuju kewedanan Jember, jadi betul-betul perjuangan,” katanya.

Dalam kondisi apapun Ia selalu bersyukur dan memanfaatkan sisa umurnya dengan ibadah. “Saya bersyukur diberi umur panjang, lebih bersyukur lagi diberi umur yang barokah, untuk apa umur panjang tapi hanya menumpuk dosa dan modhorat, Na’u dzubillah, ” pungkasnya. (mam/eros)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: