Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan"
Custom Search

Kamis, 04 Mei 2017

Situbondo Terusik, Dewi Rengganis Akan "Dilamar" Probolinggo

Situbondo, MAJALAH- GEMPUR.Com. Cerita kecantikan Dewi Regganis yang konon diperebutan para pangeran masih terasa. Situbondo terusik ketika terdengar kabar, Probolinggo membuka akses menuju Puncak.

Pasalnya Situbondo mengklaim bahwa wilayah Puncak Gunung Rengganis, di Timur Pulau Jawa tepatnya di desa Baderan, Kecaamatan Sumber Malang, tersebut adalah miliknya. Kabar dibukanya akses jalan tersebut, membuat membuat Wakil Bupati Situbondo, berang.

Dibukanya akses itu, menurutnya sinyal bahwa Probolingo ingin memiliki “Melamar” situs dewi rengganis, Padahal, sejak tahun 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sudah berusaha mempertemukan sejumlah kelapada derah di Jawa Timur, termasuk Kepala Daerah Probolinggo, namun tidak pernah hadir.

“Kenapa  dalam pertemuan yang difasilitasi Pemprov Jatim beberapa tahun lalu, Kepala daerah Probolinggo tak pernah hadir, jika sengketa ini masih terjadi, Pemkab Situbondo tidak akan melakukan pembangunan akses jalan menuju wilayah tersebut”. Kata Yoyok bernada kesal, Kamis, ( 4/5) ,

Menurut  Yoyok, pengembangan wisata  yang ada di kabupaten Situbondo, termasuk wisata  Puncak Dewi Rengganis ini,  jauh sebelumnya sudah dilakukan oleh Pemkab Situbondo, bahkan sudah memiliki MoU dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.


Pasalnya puncak rengganis belakagan ini tidak hanya terkenal kindahanya namun dikabarkan menggeluarkan semburan gas aktif. Potensi gas inilah yang diduga menjadi pemicu perebutan kawasan Puncak Rengganis oleh  Kabupaten Probolinggo yang ingin menguasai situs Dewi Rengganis ini.

Bahkan, dari desa Bremi , Kecamatan Tiris, Pemkab Probolinggo membuka akses pendakian menunju puncak gunung argopuro tersebut. Padahal sejauh ini, para pendaki lebih banyak melewati Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang.

Menurut Syohadi, dalam kajian historis, bahwa Lereng dan Puncak  Gunung Argopuro ini, berada pada titik pertemuan empat kabupaten, “Saat ini adalah Kabupaten Situondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember dan Kabupaten Probolinggo” Kata Pengelola Rumah Sejarah

Menurutnya pada masa kolonial para peneliti Airkeologi dan para Naturalis telah mengidentifikasi keberadaan situs bersejarah di lereng dan puncak Gunung Argopuro, mereka antara lain adalah Knebel, J. Hageman serta Wiliam franz Junghuhn.

“Situs rengganis adalah bagian dari deretan gungung argopuro, yang kaya dengan peninggalan situs  bersejarah dari masa pra sejarah dan klasik, Legenda Dewi Rengganis, diyakini ada karena kecantikannya dan aura magisnya yang kuat, sehingga banyak digandrungi para pangeran. Pungkasnya. (ef/eros)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: