"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 21 November 2018

Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi, Kemenko Perekonomian Kunjungi Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Pemerintahan Jokowi – JK telah telah diluncurkan beragam kebijakan, demi meningkatkan kekuatan ekonomi rakyat dan mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.

Upaya besar itu dilakukan demi pemerataan dan penegakan keadilan social di Indonesia.  Selain itu, transformasi struktural masih menjadi focus kabinet kerja yang menyasar tiga hal fundamental, yaitu alokasi sumber daya, kebijakan yang berpihak, dan pemberdayaan pelaku ekonomi.

“Pemerintah Pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya membangun ekonomi, sekaligus meningkatkan daya saing”, ujar sekretaris kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijoyo dalam Talk show  yang digelar di Pendopo Bupati  Wahyawibahagraha Jember, Rabu (21/11/2018)

Di kota Karnaval Dunia ini Susiwijoyo menjelaskan fundamental ekonomi makro Indonesia yang tercatat relative sehat dan kuat. “Ditengah gejolak dan perlambatan ekonomi global,  Indonesia mampu tumbuh sebesar 5.17 persen di semester 1 tahun 2018”, katanya.

Lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi, semester 1 tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 5.01 persen. Inflasi juga berhasil dikendalikan dibawah 4 persen selama empat tahun terakhir, Tak hanya sekedar tumbuh ekonomi republic Indonesia, juga tumbuh berkualitas,  

Berdasarkan data Badan Pusat Statestik (BPS), selama 4 tahun kebelakang, indicator social Indonesia membaik. Tingkat kemiskinan untuk pertama kalinya dalam sejarah berada dilevel satu digit, yaitu 9,82 persen dibulan Maret 2018. Rasio Gini dan tingkat pengangguran di tahun 2018 juga menurun masing-masing kini berada diangka 0,389 persen dan 5,13 persen.

Kemudian di kota 4C ini yaitu Caffee, Cacao, Cigarette dan Culture, Susiwijoyo menerangkan meski sector eksternal Indonesia juga mengalami tekanan karena dampak ekonomi global, cadangan devisa tetap memadai untuk pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi untuk nilai tukar.

Kendatipun mengalami pelebaran, devisit transaksi berjalan Indonesia masih berada pada rentang amam, Utang Luar Negeri (ULN) juga relative terjaga, tumbuh pada tren yang menurun. Berdasarkan komposisinya sebagian besar adalah ULN jangka panjang.

Adapun tema rencana kerja Pemerintah 2019 adalah ‘Pemerataan Pembangunan Untuk Pertumbuhan Berkualitas’ tema tersebut mendasari tiga arah kebijakan ekonomi Indonesia di tahun 2019. Pertama Pemerintah akan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tahun politik.

Yang kedua Pemerintah akan menjaga stabilitas makro ekonomi ditengah tekanan eksternal. “Dan yang  terakhir Pemerintah akan mendorong pertumbuhan yang ingklusif dan berkelanjutan”, jelasnya dalam diskusi bertajuk Pencapaian program ekonomi, Pemerintahan Jokowi-JK ini.

Sementara Bupati Jember dr Faida, MMR mengulas Jember dari segi geografis, merupakan daerah relatif subur sehingga cocok untuk pengembangan pertanian tanaman pangan dan perkebunan.  "Jember ini tipe daerah agraris karena sektor itu memiliki peranan cukup besar dalam menunjang pembangunan daerah,"  Jelasnya.

Kota suwar-suwir  ini  juga punya berbagai potensi sumberdaya alam yang bisa dikembangkan, pertambangan, kelautan, peternakan dan objek-objek wisata alam lainnya. " Dengan potensi dan kondusivitas daerah ini,  Jember daerah layak bagi investor menanamkan investasi di kota kami," katanya. (yond).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: