"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 10 December 2018

Ribuan Warga Jember Demo Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ribuan Warga Jember, Senin (10/12/2018) gelar aksi Demo, mendesak  Pemerintah mencabut Kepmen ESDM Nomor 1802 Lampiran 4, tentang izin tambang di Silo.

Mereka protes keras rencana penambangan. “Yang kami minta adalah gagalkan lelang, Cabut Kepmen ESDM nomor 1802 lampiran 4 tentang pemberian izin penambangan di Blok Silo”, teriak korlap aksi Heru Purnomo yang disambut teriak ribuan peserta aksi.

"Pernyataan Gubernur Jawa Timur yang mengaku telah berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, semua Itu omong kosong, kami tidak pernah Berkomumikasi dengan Gubernur, Tolak tambang, tolak tambang”, tegasnya saat orasi di depan Pemkab Jember.

Bahkan warga Mengancam akan Menutup Akses Jalan Raya Banyuwangi -Jember apabila izin tidak segera dicabut dan Pertambangan di Blok Silo tetap dilanjutkan,  bahkan mereka mengatakan Siap berkorban nyawa untuk mempertahankannya. 

"Sampai kapanpun kami menolak Tambang di Silo, Kami Siap mati untuk mempertahankannya, tolak tambang, harga Mati." Tegas Heru disambut teriakan tolak tambang,  Tolak tambang, Tambang hanya menyusahkan rakyat, dari peserta Aksi.

Tuntutan serupa sebelumnya juga disuarakan didepan Gedung Dewan Perwailan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember yang terletak di Jalan Kalimantan 86 Kecamatan Sumbersari, yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Pemkab Jember.

Bahkan dalam perjalanan sejauh kurang lebih 1.5 km  ini yang mendapat pengawalan ratusan aparat keamanan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP itu juga Tampak apolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH dan Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi ikut berjalan dalam pejalanan bersama pendemo. .  

Saat menemui peserta aksi,  Bupati Jember dr.Hj.Faida.MMr  dan Wakil Bupati Drs Abdul Muqit arief kembali menegaskan komitmennya, bahwa Bupati dan Wakil Bupati Jember tetap satu suara dengan Warga silo, untuk menolak penambangan di blok Silo.

 "Sampai di keluarkannya Surat keputusan oleh Mentri ESDM lampiran Ke 4 Blok Silo, tidak ada Selembarpun surat Rekomendasi didari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember," tegas Faida diatas Mobil Para Pendemo di dampingi Wabup yang akrab disapa Ky muqit.

Lanjut Faida, bahwa SK dari Mentri tersebut terbit dari Rekomendasi Propensi Jawa timur karena Perizinan Tambang saat ini bukan Kewenangan dari Kabupaten tetapi kewenangan Provinsi. " jadi Surat Keputusan dari Kementrian tersebut karena ada rekomandasi Provensi Jawa timur." katanya. 

Faida meyakinkan bahwa, Keinginan Masyarakat Silo bahwa di Blok Silo tidak ada pertambangan sudah direspon, "Bahkan Saya sendiri sudah menghadap Mentri ESDM Ignatius Jonan menyampaikan Asprirasi Warga Silo, bahwa Rakyat Silo Keberatan bahkan Menolak Pertambangan di Silo." Terangnya.

Tidak lama berorasi, Bupati Faida bersama Wakil Bupati (Wabup) Drs Kh Abdul Muqit Arief didampingi Kapolres Jember AKBP Kusworo wibowo dan Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi,  menandatangani Komitmen untuk menolak Tambang yang di sodorkan oleh Warga Silo.

Bupati mengaku bahwa Pemkab Jember belum mendapatkan rekomendasi terkait Izin Pertambangan di Silo dari Provensi Jawa timur. "Tampaknya memang provinsi belum berkenan memberikan rekomendasi pencabutan penambangan tersebut.

Untuk segera mendapatkan kepastian aspirasi warga, dalam waktu cepat, dirinya akan mengajukan mediasi non litigasi kepada  Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Jember." Pungkasnya. (yond).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: