"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 18 February 2019

Suami Sakit, Nenek Di Situbondo Ini Rela Jalan Kaki Jualan Krupuk

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sudah sepatutnya kita bersyukur atas rezeki yang Allah berikan. Karena tidak sedikit orang diluaran sana harus berjuang demi untuk berobat suami dan kebutuhan hidup keluarga.

Seperti yang dialami Ibu Yus, demi untuk menyambung hidup dirinya besama keluarga, nenek berusia 65 tahun ini harus bekerja keras untuk mencari nafkah dengan menjual kerupuk mentah. Pekerjaan ini terpaksa dilakukan karena sang suami sekira 3 tahun lalu terbaring ditempat tidur karena sakit parah.

Dengan keterbatasannya, wanita yang tinggal di Desa Mandaran, kecamatan Besuki, ini mengaku sudah berusaha membawa suaminya berobat kerumah Rumah Sakit, namun penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh, namun dirinya enggan menyebut nama atau jenis penyakit yang diderita suaminya itu. 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, meski jalannya tertatih tatih, perempuan ini rela menyusuri jalan perkotaan dengan harapan sekarung krupuk mentah yang dijualnya bisa terbeli, meski dari hasil jualan krupuk yang tidak seberapa hasilnya, dibandingkan dengan biaya ongkos angkot  pulang perginya.

“Dengan jalan kaki, saya jual krupuk dari pintu ke pintu, dari toko ke toko, tidak semua orang minat membeli, namun demi sesuap nasi, saya harus terus jalan menawarkan kepada orang  yang saya jumpai, bahkan terkadang saat menawarkan krupuknya ke kantor-kantor pernah di usir satpam”, katanya Senin (18/2/2019).

Menurutnya Krupuk tersebut didapat dari sebuah perusahaan di Besuki, setiap pukul 7 berangkat naik angkot ke kota, ia menjajakan krupuknya hingga petang, hasil yang dapat tak seberapa, terkadang saat sepi pembeli hanya laku 2 sampai 3 bungkus saja, terpaksa saya bawa pulang dan dilanjutkan keesokan harinya.

Perbungkusnya ia hanya laba 2 ribu rupiah saja, dari harga jual Rp 15 ribu perbungkusnya. "Saya jualan kayak gini karena butuh makan mas, suami saya sudah sekitar tiga tahunan sakit hingga tak bisa bekerja, hanya ini yang bisa saya kerjakan, karena tenaga saya sudah gak kuat lagi," keluh Ibu tiga anak dengan mata berkaca-kaca.

Badannya yang gemuk membuat ia ngos-ngosan saat berjalan, hanya keihlasan dan ketegaran jiwa  ia dapat menahan lelah, dan tak putus asa.  “Kekuatan cinta kepada keluarga ini yang membuat ia tegar menjalaninya. Cinta mereka seolah datang tanpa syarat dan tak pernah mengharapkan balasan.

Menurut Zeinul (33)salah seorang warga bahwa Bu Yus  adalah sosok Ibu berjiwa besar. Ia berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama dan ini juga harus menjadi catatan Pemerintah bahwa masih banyak diluar sana warga yang perlu dibantu”, harapnya. (edo).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: