"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 16 January 2019

Wabup Jember; Dialog Antar Iman Upaya Merajut Kebhinekaan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dialog antar iman, salah satu upaya Bangsa Indonesia merajut kebhinekaan di nusantara, yang akhir-akhir ini mengalami ujian dari pihak yang ingin merubah pancasila.

“Kita bersyukur, kegiatan ini menjadi sesuatu yang sangat penting, tidak hanya bagi Jember, tetapi juga bagi Indonesia,” kata Wabup Jember Drs KH Abdul Muqit Arief saat diskusi bertema “Building inter-religous fraternity and community as the people of God.” di SMA Santo Paulus Rabu (16/1/ 2019) malam.

Hadir juga sebagai narasumber dalam dialog ini kalangan tokoh agama tersebut yakni Father Leo D Lefebure, SJ, seorang profesor Teologi di Universitas Georgetown di Washington DC dan Dr. KH. Hodrie Ariev, pimpinan Seni Kebhinnekaan dari Desa Karangharjo, Kecamatan Silo.

Wabup Jember Kyai Muqit menyampaikan, diskusi ini merupakan kegiatan yang sangat konstruktif dan produktif dalam rangka merajut kebhinekaan dalam pandangan agama. Dialog ini juga penting, karena kebhinekaan mengalami ujian dengan adanya sekelompok pihak yang tidak menerima kebhinekaan.

Di Jember sendiri, toleransi dapat terjalin dengan baik. “Kami berharap, kebersamaan ini tidak hanya pada tingkat tokoh, tetapi bisa diperluas pada tingkat jamaah. Jika pada tingkat tokoh bisa rukun bersama, jamaahnya pun rukun bersama”, katanya.

Kepala Sekolah Santo Paulus Romo Antonius mengaku senang. “Kita melihat disini, keindahan Indonesia yang beragam, yang membahagiakan kami sebagai panitia penyelenggera. Ternyata, di Jember ini yang berbeda bisa disatukan, ini adalah kekuatan masyarakat Jember.,” ujarnya.

Karena itu, jangan sampai Jember diobrak-abrik oleh kelompok yang menginginkan perpecahan. “Kita perlu membangun persaudaraan dan komunitas dari keragaman, sehingga kita membuktikan dari Jember ini sebuah upaya untuk mewujudkan kesatuan, keragaman, keindahan, kebhinekaan tunggal ika,” ungkapnya.

Antonius mengatakan, target dari acara ini adalah menggali informasi ilmu pengetahuan dari pastur dan kyai yang ahli dalam dialog lintas agama. Informasi tentang cara terbaik untuk merajut kebhinekaan sehingga menghasilkan tenunan keindahan keragaman.

Ketua DPP Paroki St. Yusup Jember Agustinus Dwijatmoko menyampaikan, Gereja Katolik ingin juga berperan dalam membangun keberagaman, khususnya di Kabupaten Jember. “Mari kita rajut kebersamaan. Kita jaga kebhinekaan ini, agar damai sejahtera terwujud khususnya di Jember,” ujarnya.

Dwijatmoko mengibaratkan keberagaman dengan gamelan. Jika ditabuh bersama, gamelan akan menghasilkan instrumen indah. “Demikian juga dengan keberagaman ini. Mari saling berharmoni untuk membangun sesuatu hal yang sangat menyatukan masyarakat dengan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya. (eros).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: