
Perintah itu disampaikan kepada Para bidan dari pegawai tidak tetap (PTT) didampingi
Kepala Dinas Kesehatan dr. Siti Nurul Qomariyah, M.Kes yang dihadiri Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumberdaya
Manusia (BKPSDM) Ir. Ruslan Abdul Gani.
“Tugas mereka tidak ringan, yaitu menyukseskan penurunan angka kematian
ibu dan angka kematian bayi. Tugas
tersebut, merupakan tugas berat, sebab, mereka
harus siap 24 jam untuk melayani masyarakat.
,” tegas bupati dalam pertemuan di Pendapa Wahya Wibawa Graha, Rabu, (10/4/2019).
Salah satu bidan CPNS, Eka Oktaviana mengaku siap dan ikhlas menjalankan
perintah bupati itu dengan baik. Bidan
asal Kecamatan Puger. “Kita bekerja harus terus ikhlas.
Jadi, tidak hanya cukup untuk dari PNS saja, tetapi kita bekerja dengan tulus
ikhlas untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Eka pun berharap
sejawatnya dapat melaksanakan tugas itu dengan baik. Terkait penerimaan bidan CPNS ini, bupati mengaku bersyukur
rekrutmen ini bisa mencapai tahap terakhir, pemberkasan.Bupati memastikan bahwa semua bidan yang
direkrut bebas pungli, karena mereka akan melakukan tugas kemanusiaan.
Pengarahan di pendopo,
masih kata bupati, merupakan bagian upaya mencegah pungli saat para bidan
tersebut bertugas nantinya. “Saya ingin memastikan, tidak ada
alasan untuk memungli di lapangan dengan alasan untuk mengembalikan biaya
rekrutmen,” tegasnya.
Rekrutmen CPNS program pemerintah, peserta tanpa harus membayar. Jika terbukti ada yang membayar, bupati dengan tegas akan dibatalkan. “Intinya harus siap ditempatkan
dimana pun. Tidak ada nanti bayar supaya dekat rumah. Dimana masyarakat
memerlukan, disitu kita tugaskan,” jlentreh bupati.