"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 2 April 2019

Dukun di Jember Tega Hamili Anak Dibawah Umur Hingga Hamil

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Diduga mencabuli korbannya yang masih di bawah umur hingga hamil 6 bulan, Gingwan (60), seorang Dukun di Kabupaten Jember Jawa Timur, akhirnya dibekuk polisi.

Penangkapan, warga Dusun Kotta Blater Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, ini dilakukan setelah memeriksa saksi pelapor dan saksi Korban L-A (15) Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo, dan saksi korban lain, Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan tersangka.

Tersangka selalu mengancam korban agar melayani nafsu bejatnya, Korban L-A mengaku mulai disetubuhi tersangka sejak bulan September hingga November secara berkali-kali dan hampir setiap hari. “Tunggu saja ya perkembanganya," kata Kapolsek Temporejo AKP Suhartanto Selasa (2/4/2019).

"Korban diketahui oleh orang tuanya dalam keadaan hamil enam bulan setelah dilakukan pemeriksaan di Dokter Kandungan, dan menurut pengakuan korban, selama ini disetubuhi oleh tersangka dirumahnya dan dirumah nenek korban," Jelasnya

Aksi bejat tersangka juga dilakukan terhadap korban lain, ada 3 anak masih dibawah umur. "Tersangka melakukan pencabulan terhadap para korban lain dengan cara memasukkan jari telunjuknya kedalam vagina korban sebanyak beberapa kali sehingga korban merasakan sakit pada vagina," bebernya.

Setelah diperoleh alat bukti yang cukup selanjutnya pada Jumat, 29 Maret 2019 sekitar jam 00.30 wib, Unit Reskrim Polsek Tempurejo menangkap dan mengamankan tersangka yang telah menyetubuhi dan mencabuli korban ke Mapolsek Tempurejo guna diproses hukum lebih lanjut.

"Barang bukti yang berhasil diamankan yakni V.E.R dari RSUD dr Soebandi Jember, satu buah baju hem warna merah muda, satu buah celana panjang jeans warna hitam, satu buah celana dalam warna putih, serta satu buah sarung motif kotak warna coklat hitam, satu buah kasur spon."Pungkasnya. (edw).

Berita Terkait Kriminal

No comments: