"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Saturday, 17 August 2019

GP Ansor dan Banser Upacara Bersama Puluhan PSK di Lokalisasi

Saat upacara berlangsung di lokalisasi, kredit foto: Fahmi/MG
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama Cabang Kencong peringati hari kemerdekaan dengan upacara bersama puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi di Kecamatan Puger, Jember, Sabtu (17/8/2019).

"Ini sudah tradisi GP Ansor untuk mengadakan kegiatan upacara dalam rangka memperingati 17 Agustus. Memilih tempat ini, untuk memberikan edukasi kepada saudara-saudara kita yang belum bisa keluar dari perumahan ini," ujar Abd. Rohim, pengurus pusat GP Ansor usai melaksanakan upacara.

Adanya kegiatan semacam ini, sambung Rohim, supaya mereka (PSK) memiliki kesempatan berkenalan dengan yang lain, salah satunya GP Ansor, Fatayat dan Muslimat, àgar di hari tuanya bisa menjadi orang yang sholeha.

GP Ansor dan Banser menggelar upacara serupa, sudah ketiga kalinya, di lokalisasi yang sama--Besini Puger. Selain upacara, GP Ansor masih memiliki sederet kegiatan lain dalam memperingati HUT RI, salah satunya kegiatan keagamaan. "Tadi malam hampir di setiap ranting mengadakan tasyakuran," ucap Rohim. 

Disamping tasyakuran, lanjut Rohim, juga melangsungkan doa bersama untuk para pahlawan yang telah gugur berjuang demi tercapainya kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan serta pejuang yang telah mengisi kemerdekaan.

Rohim berharap, saudara yang masih di sini (lokalisasi) bisa bergabung dengan GP Ansor, bisa bergabung dengan Fatayat atau Muslimat atau bergabung dengan Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU). "Sehingga dengan demikian, ruang hati kita bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan," terang Rohim.

Salah satu PSK asal Blitar, Sekar menyambut baik peringatan HUT RI ini oleh Ansor dan Banser di tempatnya bekerja. Dia mengaku baru kali ini mengikuti upacara semenjak kedatangannya lima tahun silam. "Baru kali ini sih, seru bisa kumpul dengan Banser dan semua yang ada di sini," ucap Sekar.

Sekar mengaku belum tahu kapan bisa keluar dari lokalisasi. Sejauh ini, tidak ada target meninggalkan pekerjaannya. Namun, Sekar berharap secepatnya bisa pergi untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik.

Salah satu anggota Banser, Miskat Widodo menyampaikan, memilih lokalisasi sebagai tempat menggelar upacara, supaya para mbak-mbak (PSK) merasa tidak tersisihkan. Dulu, lanjut Miskat, awal mengadakan di sini, pekerjanya 126 sekarang berkurang drastis tinggal 56.

"Kita setiap bulan mengadakan kegiatan di sini melakukan sosialisasi. Alhamdulillah, banyak yang sadar dan ini bukan yang terakhir, kami akan terus melakukan sosialisasi, selama di sini kami tidak pernah memaksa mereka, karena itu adalah hak mereka. Tapi, kami yakin mereka akan berhenti sendiri," kata Miskat. (RF).

Berita Terkait Lingkungan

No comments: