"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Saturday, 7 September 2019

Anggota DPRD Jember Komentari Sikap Tidak Transparan Panitia Pilkades Desa Menampu

Ilustrasi gambar diambil dari bacsense.com dengan berita berjudul 5 Cara Menanggapi Komentar Yang OOT Pada Blog, Dijamin Efektif

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Tidak adanya transparansi masalah Rancangan Anggaran Belanja (RAB) Panitia Pilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Menampu dengan alasan RAB merupakam Dokumen Panitia menuai polemik.


Selain Calon Kepala Desa (Cakades) Ismadi enggan melunasi sumbangan lantaran panitia kurang transparan dengan tidak memberikan RAB, anggota DPRD Kabupaten Jember, Nur Hasan juga turut memberikan komentar. 

"Mestinya kalau mau minta sumbangan kan panitia harus terbuka mau dipakek apa saja uang dari sumbangan itu," ujar Nur Hasan dalam komentarnya di berita yang kami share di group facebook Berita Gumukmas, Sabtu 7 September 2019.

Menurut Nur Hasan, wajar bila Cakades enggan melunasi sumbangan sebab panitia tidak transparan, "Kalau panitia ndak mau terbuka terhadap pemakaian anggaran yang bersumber dari sumbangan calon, ya betul calon ndak mau bayar," kata Nur Hasan. 

Nur Hasan menjelaskan, saat ini sudah masuk pada era keterbukaan, "Sekarang eranya keterbukaan tidak ada slintat slintut lagi," sambung politisi dari partai PKS tersebut dalam komentarnya.

Sebelumnya, dalam potongan penyampaian Ketua Panitia saat bersama kedua Cakades, Nono mengatakan bahwa RAB Pilkades merupakan dokumen panitia. "Surat yang diterima panitia, bapak Ismadi belum memenuhi kesanggupan sebagaimana yang disepakati sewaktu Musdes," katanya.

Ismadi, sambung Nono, sanggup bila diberikan RAB. "Kalau kami memberikan RAB, mohon maaf bapak, karena itu adalah dokumen panitia, untuk pegangan panitia tapi kalau kami menjelaskan kami bisa," kilah Nono.

Nono beralasan mendapat petunjuk dari Camat, bila sekedar menjelaskan bisa. "Sehingga ini yang menjadi pembahasan hari ini mengapa bapak Ismadi belum memenuhi kesanggupan pada waktu itu, mudah-mudahan Pilkades ini menemui titik terang sesuai dengan yang telah direncakan," ungkapnya. 

Menanggapi penjelasan panitia, Ismadi menyamakan dengan proses pengajuan proposal. Maka, di proposal semuanya tertera "Ini kan untuk kegiatan dan sekarang ini yang membiayai calon, tapi calonnya tidak tau itu kan aneh, jangan takut, kita transparan saja," terang Ismadi.

Menurut Ismadi, semua itu demi kelancaran dan kesuksesan, bila seperti ini, kemungkinan harapannya jauh. "Namanya pegangan yang penting genah, toh. Semua ini bukan untuk menunda-nunda, malah kita kesusu. Agar terlihat sportif dan transparan, kalau seperti ini justru semua menerka-nerka, ada apa," kata Ismadi dengan santai dan pelan. 

Bukan hanya anggora DPRD Jember, Nur Hasan yang memberikan komentar. Netizen juga banyak yang memberikan komentar dengan sikap yang ditujukan panitia, salah satunya akun bernama Achmad Seho, "Yang diminta salah satu paslon keterbukaan RAB, itu saja," kata Seho, tegas.

Informasi yang diterima MAJALAH-GEMPUR.Com, sampai detik ini belum menemukan titik terang, terkait penyelesaian persoalan enggannya Ismadi melunasi sumbangan. (RF).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: