"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Saturday, 7 September 2019

PDI Perjuangan Jember dan Kaukus Perubahan Satukan Visi Jelang Pilkada

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sejumlah Parpol di Jember Jawa Timur mulai melakukan penjajakan, guna menyamakan persepsi, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2020 mendatang.

Manuver politik ini dilakukan guna menyamakan visi – misi maupun persepsi, kemungkinan mereka bisa bergabung untuk mengusung siapa yang pantas diusung menjadi Bakal Calon Bupati dan Bakal Wakil Bupati yang layak untuk kepemimpinan Jember lima tahun yang akan datang.

Ada satu Tagline ‘Perubahan’ yang membuat sejumlah Partai Politik (Parpol) itu bisa bertemu, yaitu antara Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dengan 3 partai yang tergabung dalam Fraksi Pandekar ini, yaitu Parai Amanan Nasional (PAN), partai Demokrat dan Partai Golongan karya (Golkar) yang juga merupakan merupakan anggota Kaukus Perubahan

Tampak hadir dalam pertemuan di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Sabtu (7/9/2019) malam itu, disamping Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jember, Arif Wibowo yang didampingi pengurus, juga Ketua PAN, Lilik Ni’amah bersama sekretaris, Ketua partai Golkar, Suwarno dan Perwakilan Partai Demokrat, Agusta Perwana.

Ketua PDI Perjuangan Jember, Arif Wibowo yang sekaligus sebagai inisiasi pertemuan tersebut menyatakan bahwa yang dimaksud Jember harus berubah itu adalah pemerintahannya maupun  masyarakat harus berubah yang lebih baik. “Yang lebih penting itu kan Pemerintahannya berubah menjadi lebih baik,  birokrasinya efisien efektif, sanggup melayani rakyat jember dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahannya, sehingga masyarakatnya akan sejahtera”, jelasnya.

“karenanya urusan layanan publik, pembangunan infrastruktur,  kemudian urusan peningkatan hasil-hasil pertanian, akses kepada mereka yang terpinggirkan terkait hak atas tanah, kemudian soal pendidikan yang juga dikeluhkan, seperti tenaga honorer, harus baik, jadi kalau bicara soal masalah, belanja masalahnya terlalu banyak,  dan itu harus diselesaikan. 

Untuk menyelesaikan itu, katanya tidak cukup political will saja saja, niat saja tidak cukup, tetapi  harus ada kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat. “Dan kalau bilang Jember tidak ada masalah, siapa bilang,  datang aja ke desa-desa itu sampean ajak diskusi dengan masyarakat desa dan semua semua yang disampaikan itu masalah, nyaris tidak ada atau tidak banyak menyampaikan keberhasilan yang signifikan selama hampir lima tahun di Jember ini”, jelasnya.

Jadi konsekuensinya lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Wasekjen DPP PDI Perjuangan ini, adalah pada pengambil kebijakan karena itulah Pilkada diharapkan ada pengambil kebijakan yang bisa menyelesaikan masalah-masalah di kabupaten Jember untuk perubahan yang lebih baik di segala sektor, namun kata pria yang akrap disapa mas Arif itu memang ada prosesnya.   

“Ya kalau di PDI Perjuangan jelas, dari evaluasi kita, calon internal partai itu jauh lebih manfaat di dalam berjuang untuk kepentingan rakyat bangsa dan negara, apakah calonnya harus dari PDI Perjuangan, loh kan calonnya kan ada dua ada Bupati atau Wakil bupati, salah satunya tentu bisa dari internal”, katanya.

Menyikapi selama empat tahun terakhir pemerintahan yang diusung PDI Perjuangan menuai  kritik, secara diplomatis Arif menjawab bahwa  mengawal itu ada yang dikawal, kalau mengawal tidak ada yang dikawal gimana?, kalau yang dikawal tidak mau dikawak, gimana?, karena itu mesti kita kaji secara mendalam.

Dirinya menyangkal bahwa Kehadirannya sebagai Ketua PDI Perjuangan jember ini, diperentah partai untuk memperbaiki?, tetapi  semata-mata untuk mengkonsolidasikan partai supaya lebih maju, supaya PDI Perjuangan lebih kuat, pasalnya Pilkada ini adalah momentum antara saja, kalau PDI Perjuangan ditanya, 2024 harus menang, secara nasional PDI Perjuangan akan bikin hattrick tiga kali berturut-turut.

Ditanya soal usulan sejumlah nama, siapa yang layak menduduki Bupati, baik dari PDI Perjuangan maupun partai yang bergabung nanti Arif menyampaikan bahwa untuk menetapkan calon Bupati dan Wail Bupati itu butuh mekanisme, tidak boleh saya harus menyampaikannya sekarang,  ada saatnya,  siapa nama-nama yang layak untuk menjadi calon bupati dan atau calon wakil bupati Jember mendatang.

Namun ia hanya menyampaikan sejumlah kriteria,  ada 11 variabel yang dipakai untuk menguji itu, mulai aspek kerakyatannya, pemerintahannya, dedikasinya, pemanfaatannya untuk partai dalam hal yang prinsip. Pasalnya PDI Perjuangan wajib menjalankan salah-satu fungsi partai politik dari 7 fungksi yang ada, salah-satunya adalah komunikasi politik, “bahasa kerennya silaturohim”, pungkasnya.

Sementara juru bicara  partai Gabungan yang sekaligus juga sebagai ketua Fraksi Pandekar (PAN, Demokrat dan Golkar), Agusta Jaka Purwana menyampaikan bahwa  segala sesuatu yang ber Tagline Perubahan dirinya akan berada didalamnya. Karena dirinya merasakan keluhan masyarakat, dengan kondisi Jember seperti ini,  kondisi pemerintahannya seperti ini, Jember tidak bisa bersaing dengan daerah-daerah yang lain.

“Kita sadar bahwa kekuatan kita memang kurang signifikan, karena kursi Demokrat hanya dua, untuk itu kita harus bergabung dengan Partai Politik atau teman-teman yang lain yang satu visi, kita sebenarnya sudah mengawali dengan membentuk Kaukus perubahan, ketika saat PDI Perjuangan belum belum ketemu dengan kita, ketika sekarang ketemu, ternyata visinya hampir atau bisa dikatakan sama”, katanya.

Hal itulah yang akan jadi kemistri bersama,  menurut  anggota DPRD asal Partai demokrat ini, ternyata tidak ada yang berbeda andara Kaukus perubahan dengan PDI Perjuangan, untuk Kaukus Perubahan akan mengusulkan nama calon, tapi, tidak etis saya disampaikan sekarang,  pasalnya masih perlu diputuskan melalui mekanisme  partai masing-masing

“Kebetulan saya hari Minggu itu ada Bimtek ke Jakarta ada pembekalan di DPP,  hasil-hasil ini akan saya bawa ke  DPP Partai Demokrat, sehingga kemungkinan hari Senin (9/9/2019) akan datang dalam pertemuan Kaukus Perubahan,  saya tidak bisa ikut  pertemuan,  tetapi ketua kami pak Zarkasih akan akan hadir untuk menjelaskan langkah-langka kongkrit Demokrat,” katanya.

Diberitahukan sebelumnya bahwa Sebanyak tujuh partai politik (parpol) di Kabupaten Jember Jumat sore (19/7/2019)menggelar pertemuan membahas perubahan menuju Jember lebih baik.  Masing-masing Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Golongan Karya (Golkar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Berkarya, dan Partai Perindo. (eros).

Berita Terkait

No comments: