"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Friday, 18 October 2019

Komunitas B3 Jember Siapkan Jagoan Pengganti Bupati Petahana

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sejumlah bakal calon Bupati (Bacabup) Jember penantang petahana Sabtu (18/10/2019) malam berkumpul di Yasrama Kelurahan Baratan, Patrang.

Kehadiran penantang petahana atas undangan  komunitas Gerakan Butuh Bupati Baru (B3) dalam acara bertema "Jagoan bersama Calon Pengganti Bupati Faida, Menuju Pilkada Jember 2020 B3 Bermartabat Berkualitas Berkemajuan" ini guna membahas Jember kedepan lebih baik.

Tidak hanya berkumpul, mereka juga menjalin kesepakatan bersama untuk saling mendukung dan tanpa saling menjelekkan.  Ada 8 Bacabup yang hadir yaitu HM Ayub Junaidi, Joko Susanto, Rasyid Zakaria, Kusbandono; Zulkifli, Nur Muhammad Sulis, Hendi Siswanto, dan Abdus Salam.

Menurut KH Ayyub Syaiful Rizal bahwa selama ini Jember dibawah pemerintahan Faida dianggap jauh dari harapan masyarakat.  “Banyak kesalahan besar dan kegagalan dalam penyelenggaran pemerintahan di era kepemimpinan Faida”,  Kata inisiator Gerakan B3 ini

Untuk itu semua pihak bersepakat untuk perubahan karena faktor kegagalan pemimpin sebelumnya, maka seluruh calon dan pendukungnya B3 harus menyatukan satu suara perubahan, siapapun calon yang mendapat rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) atau ketua umum partai.

"Artinya, semua calon mempunyai nilai sama untuk perbaikan, itu perlu satu suara. Sebelum kita kerucutkan, ya kumpul-kumpul dulu. Kalaupun nanti petahana ada kendaraan politik, jelas kita tetap melawan, karena kita ingin mencari pemimpin ideal dan yang baik," tambahnya.

Kendati demikian, terkait figur yang dinilai lebih cocok, pihaknya menyerahkan kepada internal partai. "Ini kan sekarang mereka belum pegang rekomendasi dari partai. Setelah mengantongi rekomendasi, baru kita adakan pertemuan lagi," jelasnya.

"Syukur alhamdulillah, pertemuan malam tadi pas waktunya dan sesuai yang diharapkan. Kita sengaja ingin menciptakan kerukunan dan kebersamaan dari semua calon, agar tidak ada kampanye hitam satu sama lain, sehingga Jember kedepannya yang jadi bisa legowo," pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: